27 C
Sidoarjo
Tuesday, September 8, 2026
spot_img

KLH Jatim Bersihkan Puluhan Ribu Bangkai Ikan di Kali Surabaya

Surabaya, Bhirawa. – Konsorsium Lingkungan Hidup (KLH) Jatim yang merupakan bagian dari Tim Patroli Air Jawa Timur bergerak cepat melakukan pembersihan bangkai ikan yang ditemukan di sepanjang aliran Kali Surabaya, Selasa (8/9). Pembersihan dilakukan untuk mencegah pembusukan bangkai ikan mengganggu kualitas air sekaligus mempengaruhi hasil pemeriksaan laboratorium.

Direktur KLH Jatim sekaligus Sekretaris Bersama (Sekber) Tim Patroli Air Jatim, Imam Rochani mengatakan, bangkai ikan yang ditemukan sebagian besar tersangkut pada eceng gondok, tanaman air, serta berada di tepian sungai sehingga tidak terambil oleh masyarakat yang biasa mencari ikan.

”Baunya sudah sangat menyengat karena banyak yang sudah membusuk. Karena itu harus segera dibersihkan,” ujar Imam.

Menurut Imam, pembersihan dilakukan menggunakan tiga perahu. Tim menyisir sejumlah titik, mulai dari Kali Tengah hingga kawasan Rolak Gunungsari dan berlanjut dari Rolak Gunungsari hingga Joyoboyo. Bangkai ikan yang terkumpul kemudian dikuburkan secara massal.

Imam memperkirakan jumlah ikan yang mati mencapai 20 ribu hingga 30 ribu ekor. Perkiraan tersebut didasarkan pada hasil pengamatan tim dan informasi yang dihimpun dari masyarakat di sepanjang aliran sungai.

Imam menegaskan, pembersihan tersebut juga penting untuk mendukung proses pemeriksaan laboratorium terhadap kondisi air sungai. Bangkai ikan yang dibiarkan membusuk dikhawatirkan dapat mempengaruhi kondisi lingkungan dan hasil pengujian.

”Ini harus cepat diantisipasi. Kalau bangkai ikan tidak dibersihkan, tentu akan berpengaruh terhadap kondisi air dan proses pengujian laboratorium,” katanya.
Pemulihan Ekosistem.
Terkait hasil pertemuan Tim Patroli Air dengan pihak PT WS, Imam menyebut telah terdapat sejumlah kesepakatan sebagai tindak lanjut atas dugaan pencemaran yang terjadi setelah kebakaran di perusahaan tersebut.

Berita Terkait :  Pasca Libur dan Cuti Bersama, Tingkat Kehadiran Pegawai Pemkab Bondowoso 98,57 Persen

Salah satu kesepakatan yakni PT Wings Surya akan menyusun standar operasional prosedur (SOP) untuk mengantisipasi dampak lingkungan apabila terjadi kebakaran. Selain itu, perusahaan juga menyatakan kesediaannya mengganti dampak kerugian akibat pencemaran yang ditimbulkan.

”’Memang tidak ada unsur kesengajaan. Tetapi ada kelolosan sisa air pemadaman yang sampai ke sungai. Karena itu harus ada tanggung jawab terhadap dampak yang ditimbulkan,” jelas Imam.

Penyelesaian persoalan tersebut, lanjut dia, diarahkan melalui upaya pemulihan lingkungan dan tidak semata-mata melalui proses hukum. Pihak yang dinilai bertanggung jawab diminta melakukan langkah pemulihan untuk mengembalikan kondisi ekosistem sungai.

Salah satu bentuk pemulihan yang diharapkan segera dilakukan adalah penebaran kembali ikan ke Kali Surabaya. Jumlah dan jenis ikan akan disepakati dalam pertemuan lanjutan berdasarkan perkiraan jumlah ikan yang mati.

Imam menegaskan, ikan yang ditebar nantinya harus memperhatikan jenis ikan endemik Kali Surabaya dan tidak memperbolehkan untuk mengganti dengan jenis ikan budidaya seperti nila atau patin.

”Yang harus dipulihkan adalah ekosistemnya. Kalau yang mati berbagai jenis ikan, maka pemulihannya juga harus dengan beberapa jenis ikan yang memang menjadi bagian dari ekosistem Kali Surabaya,” katanya. [rac.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!