Kreativitas Pemuda Desa Candinegoro, Wonoayu
Oleh:
Ali Kusyanto, Kabupaten Sidoarjo
Desa-desa lain di Kabupaten Sidoarjo diinginkan oleh Bupati Subandi, bisa meniru kreativitas dari BUMDes “Gapurao” yang ada di Desa Candinegoro Kecamatan Wonoayu.
BUMDes yang punya usaha mengelola pertanian ini, mengelola produk buah melon sebagai produk unggulannya.
Di tempat ini pengelola menyuguhkan sensasi wisata petik melon hidroponik langsung dari pohonnya. Langkah kreatif warga Desa Candi negoro ini berdiri di atas lahan greenhouse seluas 400 meter persegi.
Sebanyak 1.030 bibit melon varian unggulan, yakni jenis intanon dan Sakata, yang telah dibudidayakan secara intensif oleh pemuda desa setempat.
Inovasi wisata edukasi berbasis pertanian modern itu, belum lama ini, dilaunching secara resmi oleh Bupati Sidoarjo,Subandi.
Menurutnya, dengan berada dalam greenhouse, suhu dan kelembapan buah akan bisa terkontrol dengan ketat, juga bisa menjaga tanaman dari serangan hama dan curah hujan berlebih.
“Kalau ditanam dii sawah berisiko, sebab pas hujan sering gagal. Di sini di dalam green house ini akan lebih aman,” komentarnya.
Dengan hasil yang bagus, buah melon yang dipanen dalam waktu 70 hari ini, bisa mendapatkan pendapatan yang bagus pula. Sebab sekali panen, bisa mendapatkan hasil sampai Rp35 juta lebih.
“Desa-desa lain yang punya lahan kosong seperti desa Candi negoro ini, harus meniru langkah inovatif BUMDes ini,” ujarnya. Bupati Subandi sangat mengapresiasi tinggi terobosan BUMDes Gapura Desa Candi negoro tersebut.
Dirinya bersama jajaran pejabat daerah, sempat keliling area greenhouse tersebut. Mereka memetik, lalu mencicipi langsung melon varietas Intanon yang baru saja dipotong itu.
“Rasanya manis banget, beda dan lebih lezat dari melon pada umumnya,” puji Subandi.
Menurutnya, inovasi yang dilakukan oleh warga Desa Candi negoro itu, tidak hanya menjadi simbol penguatan ketahanan pangan di tingkat desa, tetapi juga motor penggerak perekonomian masyarakat yang patut dicontoh di desa lain.
Pemkab Sidoarjo, ujarnya, akan siap melakukan pengawalan dan siap mengucurkan bantuan bagi perkembangan Bumdes- Bumdes di Sidoarjo yang punya kreativitas usaha ekonomi. Bisa budidaya cabai, sayuran, perikanan, maupun sektor kuliner.
Sementara, Ketua BUMDes Gapura Candi Negoro, Ahmad Wildani Arifana, menjelaskan alasan di balik pemilihan komoditas melon, karena menurutnya, buah melon merupakan buah populer yang digemari seluruh kalangan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang tua, karena rasanya yang manis dan segar.
Pihaknya menerapkan metode smart farming dalam pengelolaan greenhouse tersebut. Integrasi teknologi dalam pertanian hidroponik ini mempermudah pemantauan tumbuh kembang tanaman secara menyeluruh, mulai dari sistemperakaran, batang, hingga pembentukan buah.
Melalui sistem itu, pengelola tidak perlu lagi mengecek kondisi fisik tanaman secaramanual setiap pagi dan sore.
Pemantauan parameter krusial seperti suhu, pH air, dan kecukupan nutrisi dapat terpantau efisien melalui layar monitor.
Kualitas melon yang dihasilkan melalui metode hidroponik ini, kata Wildani, dijamin masuk kategoro kelas premium.
Karakteristik daging buah lebih renyah, kadar kemanisan tinggi, sertatampilan warna dan bentuk yang lebih presisi ketimbang budidaya konvensional di lahan terbuka.
Sistem pemasaran hasil panen ini mengusung konsep wisata edukasi petik langsung dengan harga Rp30.000 per kilogram. Omset panen diperkirakan menembus angka 1,5 ton, dengan bobot per buah bervariasi antara 1,2 kilogram hingga 2,6 kg. [kus.gat]


