Kota Batu, Bhirawa – Produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Batu mulai memasuki pangsa pasar ekspor. Salah satunya keripik buah dan sayur yang dibuat UMKM Arjuna 999. Pangsa ekspor ini menjadi peluang bagi produk olahan lokal Kota Batu untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan pendapatan pelaku UMKM Kota Batu.
Diketahui, Arjuna 999 merupakan salah satu UMKM Kita Batu yang berada di kawasan Ruko Pendem, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo. UMKM ini dirintis oleh Hari Mastutik dan terus berkembang secara konsisten.
“UMKM Arjuna 999 berkosentrasi pada pembuatan keripik dengan berbahan dasar buah dan sayur,” ujar Mastutik, Selasa (13/10/2026).
Konsistensi Hari Mastutik untuk mengembangkan keripik buah dan sayur ini mendapatkan respon positif dari konsumen dalam negeri. Dan akhirnya, produk keripik produk UMKM Arjuna 999 ini mulai dilirik pasar ekspor.
Pengembangan jalur ekspor ini diharapkan membuka peluang ekonomi bagi perempuan pelaku usaha di Kota Batu. Hal ini sekaligus memperkuat sinergi dengan petani buah dan sayur lokal sebagai pemasok bahan baku utama.
Pengiriman keripik ekspor kini dilakukan secara berkala ke sejumlah negara. Saat ini produk yang diekspor sudah mencapai sekitar 100 karton per bulan, dan menjadi modal untuk memperluas jangkauan pasar internasional.

Wali Kota Batu Nurochman mengapresiasi konsistensi usaha yang dirintis Hari Mastutik hingga berhasil memasuki pangsa ekspor. Keberhasilan ini dihatapkan dapat memotivasi UMKM lain untuk meningkatkan kualitas produk dan daya saing.
“Dengan adanyan produk lokal beruapa keripik buah dan sayur yang memasuki pasar ekspor ini, manfaatnya bisa turut dirasakan petani, tenaga kerja, dan masyarakat Kota Batu,” ujar Nurochman.
Sebagai Wali Kota Batu, ia telah mendatangi lokasi UMKM Arjuna 999. Bahkan Nurochman sempat melepas ekspor 6.000 kilogram keripik buah dan sayur senilai Rp370 juta. Keripik produksi UMKM Arjuna 999 akan dikirim ke Singapura. [nas.kt]






