Mojokerto, Bhirawa — Sedikitnya 2.150 jiwa atau 755 kepala keluarga warga Desa Tumapel, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, menggantungkan harapan ekonomi dan akses sosial yang lebih baik pada pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda Tahap VI yang digagas wilayah Kodim 0815/Mojokerto.
Jembatan yang membentang di atas Sungai Kali Gede, Dusun Dempel, Desa Tumapel, ini memiliki panjang 60 meter dengan lebar 1,5 meter, menyeberangi sungai selebar 20 meter. Jika pembangunannya selesai, jembatan akan menghubungkan Desa Tumapel, Kecamatan Dlanggu dengan Desa Kedunguneng, Kecamatan Bangsal, membuka akses jalan yang selama ini terputus.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Selasa (11/8/2026), pengerjaan jembatan kini memasuki tahap pemasangan dan penataan sling baja sebagai bagian vital konstruksi jembatan gantung. Progres pembangunan secara keseluruhan telah mencapai 70 persen.
Sejumlah pekerjaan utama telah rampung, antara lain: galian dan urugan tanah, pondasi footplat beton K-350, pondasi cyclop batu kali, beton blok dan blok kait angin, pemasangan angkur, serta pembangunan tiang pylon siku setinggi 4,5 meter.
Pada bagian konstruksi baja, pemasangan sling baja utama berdiameter 1,5 inci dan sling bawah berdiameter 1 inci telah mencapai 100 persen. Sementara pemasangan sling kait angin berdiameter ½ inci terus dikerjakan dan telah mencapai 50 persen. Di lokasi, personel TNI bersama teknisi dan warga tampak bergotong royong menarik, memasang, serta menata sling baja yang menjadi penopang utama jembatan.
Selain pemasangan sling, pembangunan lantai jembatan juga terus berlanjut dengan capaian sekitar 60 persen. Seluruh proses pengerjaan dilaksanakan secara bertahap dengan tetap memperhatikan kondisi medan dan keselamatan kerja.
Pasiter Kodim 0815/Mojokerto menyampaikan bahwa pembangunan terus dikebut dengan melibatkan personel TNI, teknisi, dan masyarakat.
“Saat ini pekerjaan terus diarahkan pada penyelesaian konstruksi utama, termasuk pemasangan dan penataan sling baja serta pengerjaan lantai jembatan. Gotong royong antara personel di lapangan dan masyarakat menjadi salah satu kekuatan dalam mempercepat penyelesaian pembangunan,” ujarnya.
Jembatan ini memiliki manfaat strategis bagi masyarakat sekitar, karena menjadi akses yang lebih dekat bagi warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari — termasuk para pekerja pertanian dari Dusun Sukosari yang beraktivitas di lahan pertanian wilayah Desa Tumapel.
Hal senada disampaikan Kiptiah (55), warga Dusun Dempel, Desa Tumapel. Ia mengaku sangat senang dengan dibangunnya jembatan tersebut. Selama ini, warga yang hendak beraktivitas ke seberang sungai harus menempuh perjalanan memutar dengan jarak jauh.
“Saya sangat senang dengan adanya pembangunan jembatan ini. Nanti masyarakat lebih mudah untuk beraktivitas karena tidak perlu lagi memutar jauh. Apalagi jembatan ini menghubungkan Dusun Dempel dengan wilayah Dusun Sukosari,” ungkap Kiptiah.
Dengan jumlah penerima manfaat mencapai sekitar 2.150 jiwa, keberadaan Jembatan Gantung Perintis Garuda diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas warga, tetapi juga mendukung aktivitas perekonomian dan pertanian masyarakat di kedua wilayah yang dihubungkan. [min.kt]


