Pemkot Kediri, Bhirawa. – Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Kota Kediri didorong tidak hanya aktif menjalankan program, tetapi juga mampu membaca kebutuhan masyarakat melalui data. Langkah tersebut dinilai penting agar program pemberdayaan keluarga yang dijalankan benar-benar konkret dan tepat sasaran.
Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin menyampaikan hal itu saat menghadiri Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri, Senin (10/8).
Menurut Qowimuddin, kader PKK memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat hingga tingkat keluarga. Kondisi tersebut membuat PKK memiliki peran penting dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat, mulai kesehatan, stunting, ketahanan pangan, kesehatan lingkungan hingga pemberdayaan ekonomi keluarga.
“Program PKK di Kota Kediri harus berbasis data lapangan, konkret, tepat sasaran, dan kreatif di dalam menjawab kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Ia menilai kompleksitas persoalan keluarga dan masyarakat membutuhkan kerja bersama lintas sektor. Karena itu, sinergi dan kolaborasi antara kader PKK, pemerintah serta berbagai elemen masyarakat harus terus diperkuat.
“Tidak mungkin kita bisa menuju kepada kebaikan, kecuali kita harus bergandeng tangan dan berkolaborasi dengan semua pihak,” katanya.
Selain penguatan kolaborasi, Qowimuddin juga mendorong kader PKK beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Platform digital, menurut dia, dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi sekaligus memperluas penyebaran informasi positif kepada masyarakat.
Peluncuran Sistem Informasi Manajemen PKK (SIM PKK) menjadi salah satu langkah yang didorong untuk mendukung gerakan tersebut. Dengan pemanfaatan teknologi, kader diharapkan mampu mengolah informasi dan kebutuhan masyarakat secara lebih baik.
“Di era media sosial dan platform digital, harus menjadi alat PKK untuk mengedukasi. SIM PKK mampu mengedukasi lebih sempurna, menginspirasi lebih lengkap, dan mempercepat penyebaran informasi positif. Serta kader PKK ini bisa menjadi kader yang adaptif dan kompeten,” ujarnya.
Qowimuddin juga mengapresiasi pengabdian para kader PKK yang selama ini terlibat langsung dalam pemberdayaan masyarakat. Ia berharap momentum HKG PKK ke-54 tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi menjadi penguat gerakan PKK agar semakin adaptif dan mampu memberikan dampak nyata.
Dalam peringatan tersebut, sejumlah penghargaan turut diberikan. Di antaranya kepada pemenang Lomba Cipta Desain Seragam Batik Khas TP PKK Kota Kediri, Lomba Cipta Jingle “Cinta Anak Cinta Keluarga”, serta Lomba Cerdas Cermat Pokja IV.
Penghargaan juga diberikan kepada kader yang telah mengabdi selama 15 tahun secara terus-menerus, yakni Wiwit Sri Wahyuni, Wiwik Ratnawati, dan Pujiati. Sementara apresiasi pelaksana 10 Program Pokok PKK tingkat kelurahan diberikan kepada Kelurahan Sukorame, Banaran dan Semampir.(van,nov.hel)


