26.3 C
Sidoarjo
Thursday, October 22, 2026
spot_img

HIV di Gresik Didominasi LSL, Dinsos Edukasi di Sekolah


Gresik, Bhirawa – Temuan kasus baru HIV menjadi perhatian serius, Sejak awal 2026 kelompok laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL) tercatat menjadi penyumbang kasus terbanyak berdasarkan data Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) Dinas Sosial (Dinsos) Gresik.

Data LK3 Gresik mencatat terdapat 24 kasus HIV baru, pada kelompok LSL atau sekitar 26 persen. Di bawahnya, kategori pasangan risiko tinggi (risti) tercatat 16 kasus atau 17 persen. Kondisi tersebut mendorong LK3 Dinsos Gresik, memperkuat langkah pencegahan melalui edukasi sejak dini. Sekolah menjadi salah satu sasaran sosialisasi, dengan melibatkan siswa sekaligus wali murid.

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinsos Gresik sekaligus Pembina LK3 Choirul Arif mengatakan, bahwa sosialisasi dilakukan secara bertahap dari sekolah ke sekolah. Pendekatan tersebut dinilai penting, karena persoalan yang dihadapi anak tidak terlepas dari kondisi keluarga dan lingkungan sosial.

“Ini, agar lebih efektif pencegahannya. Lalu tren kasus yang ditangani dalam beberapa tahun terakhir ini, adalah anak usia sekolah dan salah satu permasalahan belajar yang dialami siswa bersumber dari permasalahan keluarga,” kata Arif.

Pencegahan perilaku berisiko, harus dilakukan sejak dini. Keluarga, sekolah, hingga lingkungan tempat anak beraktivitas. Dinilai memiliki peran penting, dalam membangun kondisi psikososial yang sehat. “Tujuannya, agar anak nyaman di keluarga, aman di sekolah. Itu langkah awal untuk mencegah permasalahan psikososial,” ujarnya.

Berita Terkait :  Wisata Budaya Majapahit Go Internasional, Kota Mojokerto Bangkit

Edukasi yang diberikan LK3, tidak sebatas membahas HIV. Materi juga mencakup berbagai persoalan keluarga, dan psikososial yang berpotensi memengaruhi perkembangan anak.

Dalam kegiatan tersebut, siswa dan orang tua. Diberikan informasi mengenai persoalan yang dihadapi keluarga dan anak, cara mencegah serta menangani masalah psikososial. Hingga penyusunan prosedur pencegahan dan penanganan, apabila terjadi persoalan di lingkungan sekolah.

Ditambahkan Choirul Arif, bahwa sosialisasi akan terus digelar secara bergantian di sejumlah sekolah di Gresik. Langkah itu diharapkan mampu memperkuat peran keluarga, dan sekolah sebagai benteng awal dalam mencegah perilaku berisiko sekaligus mendeteksi persoalan psikososial pada anak.

Dengan pendekatan tersebut, upaya penanganan HIV. Tidak hanya berhenti pada aspek kesehatan, tetapi juga diarahkan pada penguatan keluarga dan lingkungan sosial anak. [kim.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!