Ketua PSTI Jatim Aries Agung Paewai menyerahkan medali emas dan sertifikat ke tim sepak takraw Lumajang.
Surabaya, Bhirawa
Persaingan cabang olahraga (cabor) sepak takraw pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XV Jawa Timur berlangsung sangat ketat. Tim sepak takraw putra Kabupaten Lumajang keluar sebagai juara umum setelah berhasil memborong dua medali emas di GOR Pemuda Unesa, Surabaya.
Lumajang mengunci predikat juara umum usai meraih emas kedua di nomor quadrant putra setelah mengalahkan Kabupaten Gresik dengan skor 2-1 pada laga final, Jumat (6/11). Sebelumnya, Lumajang telah lebih dulu menyumbang emas di nomor interegu putra usai menumbangkan Kabupaten Mojokerto dengan skor setara, 2-1.
Posisi kedua klasemen sepak takraw ditempati oleh Kota Probolinggo dengan raihan 1 emas dan 1 perak, disusul Kota Mojokerto di peringkat ketiga dengan 1 emas dan 1 perunggu.
Ketatnya peta persaingan di Popda XV Jatim ini mendapat apresiasi langsung dari Ketua Pengprov Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Jawa Timur, Aries Agung Paewai. Menurutnya, kualitas pertandingan dari babak penyisihan hingga final menunjukkan bahwa jejaring pembinaan sepak takraw di segmen pelajar sudah semakin meluas di berbagai daerah.
“Kami sangat mengapresiasi daerah-daerah yang terus memperluas jejaring pembinaan sepak takraw tingkat pelajar. Pertandingan dari awal sampai final ini berjalan sangat ketat. Popda adalah wadah untuk melihat peta kekuatan daerah sekaligus batu loncatan bagi para atlet menuju level pertandingan yang lebih tinggi dan profesional,” ujar Aries.


Ketua PSTI Jatim Aries Agung Paewai bersama wasit, pelatih, panitia dan para atlet putra/putri yang berhasil meraih medali Popda XV Jatim.
Aries juga berpesan kepada pemerintah daerah agar terus konsisten melakukan pembinaan berjenjang dan tidak menjadikan isu efisiensi anggaran sebagai alasan untuk menghentikan pelatihan atlet.
“Mudah-mudahan pemerintah daerah tetap konsisten melakukan pembinaan dan pelatihan berjenjang tanpa terhalang efisiensi. Kita ingin semangat anak-anak ini tidak berhenti hanya sampai di Popda, tetapi bisa terus berlanjut ke ajang-ajang berikutnya,” tegasnya.

Buah Latihan Panjang
Keberhasilan Lumajang menyapu bersih dua emas disambut syukur oleh pelatih tim sepak takraw Popda Lumajang, Heri Setyo Budi. Ia menyebut pencapaian ini merupakan buah dari kerja keras latihan intensif (TC) selama satu bulan, ditambah pembinaan rutin jangka panjang di klub maupun Sekolah Menengah Atas Negeri Olahraga (SMANOR).
“Alhamdulillah, kerja keras kami selama TC hampir satu bulan ini, ditambah latihan rutin jangka panjang anak-anak, membuahkan hasil manis untuk Lumajang. Tentu kami sangat bangga,” ungkap Heri.
Dari jajaran skuad Popda Lumajang, Heri menjelaskan terdapat tiga atlet yang mengenyam pendidikan dan pembinaan khusus di Semanor, yakni Alfian Firly, Nuril Anwar, dan Fikri Reza Firmansyah. Pengalaman dan gemblengan selama di SMANOR menjadi salah satu pilar kekuatan tim Lumajang.
Usai gelaran Popda XV Jatim, tim sepak takraw Lumajang tidak berencana menurunkan tensi latihan. Mereka akan langsung tancap gas bersiap menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendatang.
“Setelah ini latihan terus berjalan tanpa putus karena target berikutnya adalah Porprov. Untuk Porprov nanti komposisi kita insyaallah bisa lebih lengkap lagi karena pemain senior di bawah usia 25 tahun juga bisa turun,” jelas Heri.
Ia berharap proses pembinaan jangka panjang di Lumajang terus melahirkan atlet-atlet bertalenta yang tidak hanya berprestasi di Jawa Timur, tetapi juga mampu menembus tim nasional Indonesia.
“Mencetak atlet top itu butuh proses panjang, tidak bisa dicapai secara instan. Harapan kami atlet-atlet muda ini terus berusaha keras agar kelak makin banyak wakil Lumajang yang bisa menembus level nasional,” pungkasnya. wwn


