29.9 C
Sidoarjo
Thursday, May 14, 2026
spot_img

Dr Fajar Riza Ul Haq: Generasi Nobel Indonesia Dimulai dari OSN

Ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang digelar di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), kemarin.

Kota Malang, Bhirawa.
Harapan besar terhadap lahirnya ilmuwan Indonesia yang mampu meraih Nobel kembali digaungkan dalam ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang digelar di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dalam sambutannya, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.A., menyampaikan bahwa bangsa Indonesia memiliki potensi besar untuk melahirkan cendekiawan kelas dunia, asalkan dibarengi dengan integritas, kerja keras, dan dukungan berkelanjutan dari pemerintah.

“Percaya atau tidak, saya percaya. Harusnya adik-adik lebih yakin. Baru saja diumumkan pemenang Nobel tahun ini, dan sayangnya belum ada anak negeri ini yang berhasil meraihnya,” ujar Fajar Riza di hadapan para peserta OSN.

Ia menyebutkan bahwa negara-negara seperti India, Jepang, Korea Selatan, bahkan Vietnam, telah berhasil mencatatkan nama warganya sebagai penerima Nobel.

“India bahkan menjadi langganan Nobel. Ini menunjukkan bahwa bangsa Asia pun mampu bersaing di kancah global,” tambahnya.

Pemerintah, lanjutnya, telah memberikan dukungan besar kepada generasi muda, termasuk melalui beasiswa dan jalur khusus masuk perguruan tinggi bagi para peraih medali OSN.

“UMM sudah membuka pintu beasiswa. Kampus-kampus lain pun akan mengikuti. Pemerintah memprioritaskan pendidikan di bidang sains dan teknologi karena itu adalah tulang punggung kemajuan bangsa,” tegasnya.

Tema OSN tahun ini, “Sains Menyenangkan”, diangkat sebagai antitesis dari anggapan bahwa belajar matematika, fisika, atau biologi adalah hal yang menakutkan.

Berita Terkait :  Tim PKM-RSH FISIP Unair Raih Pendanaan dari Kemdikbud RI

“Padahal, negara-negara maju selalu memiliki kontribusi besar dalam bidang sains dan teknologi. Amerika, India, Prancis, Jerman—semua negara itu melahirkan banyak penerima Nobel,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya kecerdasan emosional dan sosial dalam meraih prestasi.

“Albert Einstein pernah dianggap lambat berkembang, tapi ia membuktikan diri sebagai ilmuwan besar. Mongi Bawendi, peraih Nobel Fisika 2023, bahkan pernah gagal ujian kimia saat kuliah. Tapi kegagalan bukan akhir dari segalanya,” tuturnya.

Kepada para peserta OSN, ia berpesan bahwa medali bukanlah tujuan akhir. “Kalau malam ini belum dapat medali, bukan berarti kalian gagal. Bisa jadi, kalian akan lebih hebat dari yang menang malam ini. Tidak ada yang mustahil dalam hidup,” ujarnya penuh semangat.

Ia juga menyinggung tokoh-tokoh dunia seperti Bill Gates dan Mark Zuckerberg yang tidak menyelesaikan kuliah, namun mampu menjadi penguasa teknologi global.

“Yang penting adalah integritas. Apa artinya medali jika diraih tanpa kejujuran? Kejujuran dan integritas adalah modal hidup,” tegasnya.

Acara OSN tahun ini juga dimeriahkan dengan penampilan seni yang memadukan tradisi dan modernitas.

“Saya terkesan melihat bagaimana lagu dan tarian tradisional dikawinkan dengan musik kekinian. Ini adalah simbol bahwa kemajuan bangsa lahir dari perpaduan konservasi dan inovasi,” katanya.

Ia menutup sambutannya dengan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk Puspresnas, para juri, panitia, pendamping, kepala sekolah, dan UMM sebagai tuan rumah.

Berita Terkait :  Dampingi Mendikdasmen, Kadindik Tinjau Revitalisasi SMAN 1 Ponorogo

“Saya percaya, dari ruangan ini akan lahir generasi Indonesia yang berwawasan global, namun tetap berpijak pada nilai-nilai Pancasila,” pungkasnya. (mut.hel)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!