Bondowoso, Bhirawa
Penguatan kemandirian ekonomi peternak terus didorong melalui pengembangan koperasi sebagai wadah kolektif. Langkah ini ditunjukkan dengan kegiatan sosialisasi Koperasi Peternak Solidaritas Indonesia yang digelar di Kabupaten Bondowoso.
Kegiatan yang diinisiasi Owner Koperasi Peternak Solidaritas Indonesia, Kunti Nur Aini SH ini menjadi bagian dari ekspansi kelembagaan setelah keberhasilan pengelolaan koperasi serupa di Kabupaten Nganjuk.
Pembukaan cabang di Kabupaten Bondowoso ini diharapkan mampu memperluas akses layanan ekonomi bagi peternak lokal. Antusiasme terlihat dari kehadiran para peternak yang berasal dari berbagai subsektor, mulai dari peternak ayam, kambing hingga sapi. Mereka mengikuti sosialisasi sebagai upaya memahami peran koperasi dalam menopang usaha peternakan yang lebih berkelanjutan.
Kunti Nur Aini menegaskan, pentingnya koperasi sebagai solusi atas berbagai persoalan klasik yang dihadapi peternak.
”Kami ingin para peternak di Bondowoso bisa mandiri, kuat secara ekonomi, dan memiliki daya saing yang lebih baik melalui koperasi,” ujarnya, Senin (20/4).
Menurutnya, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai wadah berkumpul, tetapi juga mampu menjawab persoalan permodalan, pemasaran hingga kestabilan harga. Keberhasilan yang telah dicapai di Nganjuk menjadi bukti bahwa sistem koperasi mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan anggota.
Dalam kegiatan tersebut juga digelar diskusi interaktif antara pengelola koperasi dan para peternak. Sejumlah aspirasi dan kendala di lapangan disampaikan secara langsung, mulai dari akses permodalan hingga distribusi hasil ternak.
”Hal ini menjadi langkah awal dalam merancang koperasi yang sesuai kebutuhan para anggota yang ada di Bondowoso ini,” terangnya.
Dengan hadirnya cabang baru ini, Koperasi Peternak Solidaritas Indonesia diharapkan menjadi salah satu pendorong tumbuhnya ekonomi kerakyatan berbasis sektor peternakan di Bondowoso, sekaligus memperkuat posisi peternak dalam menghadapi dinamika pasar. [san.fen]


