Pemkot Pasuruan, Bhirawa
Wali Kota Pasuruan, H Adi Wibowo, memberikan peringatan kepada ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) agar tidak terjebak dalam formalitas seremonial belaka. Dalam pembukaan Orientasi PPPK Klasikal Tahap I di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Senin (20/4), ia menegaskan integritas dan implementasi pelayanan nyata adalah harga mati yang menjadi marwah setiap abdi negara. Mas Adi, sapaan akrabnya, menyoroti fenomena di mana nilai-nilai organisasi seringkali hanya berakhir sebagai hiasan dinding atau slogan tanpa jiwa.
Menurutnya, ASN hari ini menghadapi tantangan besar. Yakni, berupa masyarakat yang semakin kritis dan melek teknologi, di mana setiap gerak-gerik pelayanan publik berada di bawah pengawasan ketat mata rakyat. “Integritas adalah kunci utama yang tidak bisa ditawar. Apa yang diucapkan harus sejalan dengan tindakan di lapangan. Saat ini, tidak ada lagi ruang untuk menutup-nutupi sesuatu, karena semuanya dapat dipantau secara terbuka oleh masyarakat,” kata Mas Adi di hadapan 276 peserta orientasi.
Wali Kota menekankan bahwa nilai BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) harus mendarah daging dan termanifestasi dalam tindakan konkret. Ia menuntut para ASN, khususnya Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), untuk membuktikan dedikasi mereka melalui pelayanan yang cepat, tepatdan sepenuhnya transparan.
Bagi Mas Adi, integritas bukan sekadar kejujuran personal, melainkan jaminan bagi keberlangsungan pembangunan daerah. Mengingat keterbatasan sumber daya alam yang dimiliki Kota Pasuruan, kualitas sumber daya manusia yang bersih dan melayani menjadi satu-satunya modal utama untuk menarik kepercayaan investor dan meningkatkan kesejahteraan warga.
“Dan pembangunan Kota Pasuruan sangat bergantung pada kualitas manusianya. ASN harus menjadi tulang punggung yang kokoh dan motor penggerak inovasi. Makanya, jangan sampai integritas kita tergadaikan oleh praktik-praktik korupsi, kolusi maupun nepotisme yang justru akan menghambat kemajuan daerah,” kata Mas Adi.
Lebih lanjut, ia mengingatkan status sebagai PPPK memikul tanggung jawab moral dan profesional yang besar. Kinerja nyata di lapangan serta konsistensi menjaga etika akan menjadi dasar utama dalam evaluasi dan perpanjangan kontrak kerja.
Pemkot Pasuruan tidak akan segan memberikan penilaian objektif bagi mereka yang gagal menjaga amanah tersebut. Kegiatan orientasi yang diikuti oleh 121 laki-laki dan 155 perempuan ini akan berlangsung hingga 23 April 2026. “Dari momentum ini, kami berharap lahir generasi baru birokrasi yang tidak hanya cerdas secara kompetensi, tapi juga memiliki karakter yang tangguh dalam pengabdian kepada masyarakat dan negara,” urai Mas Adi.[hil.ca]


