Sumenep, Bhirawa
Satuan Lalu Lintas Polres Sumenep menertibkan aksi balap liar di jalur menuju Bandara Trunojoyo, tepatnya di Desa Kacongan, Kecamatan Kota, Minggu (19/4) sore. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan sedikitnya 48 kendaraan yang diduga digunakan untuk balapan liar.
Kapolres Sumenep, AKBP Anang Hardiyanto mengatakan, kegiatan patroli dimulai sekitar pukul 16.00 WIB dengan melibatkan personel Satlantas Polres Sumenep, Polsek Kota, Unit Turjawali, serta petugas Patko 14.0. Penertiban dilakukan menyusul laporan masyarakat terkait maraknya aksi balap liar di kawasan tersebut yang dinilai meresahkan dan membahayakan pengguna jalan.
”Dari hasil operasi, petugas berhasil mengamankan 48 unit sepeda motor yang tidak sesuai spesifikasi teknis, termasuk penggunaan knalpot bising atau brong,” kata Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, Senin (20/4).
AKBP Anang menegaskan, pihaknya akan terus menindak tegas segala bentuk pelanggaran lalu lintas, khususnya balap liar yang berpotensi menimbulkan kecelakaan. ”Penertiban ini merupakan tindak lanjut laporan masyarakat. Kami lakukan secara tegas namun tetap humanis. Balap liar tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga membahayakan keselamatan,” jelasnya.
AKBP Anang juga mengimbau masyarakat, khususnya kalangan remaja, agar tidak terlibat dalam aktivitas berisiko tinggi tersebut. Peran orang tua dinilai penting dalam mengawasi anak-anaknya agar tidak ikut dalam aksi balap liar. ”Untuk menghindari balap liar seperti ini, bukan hanya tanggung jawab kami tapi orang tua juga agar tetap memantau anaknya,” ucapnya.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Sumenep, AKP Beny Kuncoro, menambahkan, patroli serupa akan terus dilakukan secara berkala sebagai langkah preventif menciptakan situasi lalu lintas yang aman dan kondusif. ”Hingga kegiatan berakhir, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar tanpa adanya kejadian menonjol. Kami akan terus melakukan patroli secara berkala,” kata Benny.
Benny memastikan akan meningkatkan pengawasan di sejumlah titik rawan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di wilayahnya. Karena di kabupaten ujung timur pulau Madura ini banyak titik yang menjadi tempat balap liar para pemuda.
”Kami pastikan, patroli akan terus dilakukan untuk memastikan tempat-tempat yang rawan laka dan menjadi ajang balap liar tidak lagi digunakan aktifitas yang melanggar lalu lintas,” tandasnya. [sul.fen]


