Bojonegoro,Bhirawa – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan dan ketersediaan air bersih. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Kampanye Biopori dan Penanaman Pohon di Dusun Tobo, Desa Kendung, Kecamatan Padangan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Program Gerakan Konservasi Air Melalui Biopori Berbasis Penguatan Kelompok Perempuan di Kabupaten Bojonegoro Tahun 2026 melalui inisiatif “Banyu Kangge Urip”.
Program tersebut merupakan kolaborasi ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama Yayasan Sikas Bhakti Nusantara.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro, Luluk Alifah, mengatakan kehadiran DLH merupakan bentuk dukungan nyata Pemkab Bojonegoro terhadap aksi konservasi air berbasis komunitas.
Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan upaya pelestarian lingkungan hidup dan konservasi sumber daya air sebagaimana Surat Edaran Bupati Bojonegoro Setyo Wahono yang diterbitkan pada 15 Januari 2026 dengan nomor 800/48/412.217/2026.
“Kehadiran kami adalah bentuk dukungan nyata terhadap upaya peningkatan resapan air dan kepedulian lingkungan. Ini sekaligus menjadi bagian dari sinergi lintas sektor dalam mendorong pengelolaan lingkungan hidup yang melibatkan masyarakat secara langsung,” ujar Luluk, Senin (14/9/2026).
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan edukasi mengenai pemanfaatan lubang resapan biopori untuk mengoptimalkan penyerapan air ke dalam tanah sekaligus mengolah sampah organik.
Selain membuat lubang resapan biopori, peserta juga melakukan penanaman pohon sebagai langkah konkret dalam memperkuat vegetasi dan menghijaukan kawasan permukiman warga.
Melalui pendekatan berbasis penguatan kelompok perempuan dan partisipasi masyarakat, program ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran kolektif mengenai pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem, dimulai dari tingkat desa.
Pemkab Bojonegoro menegaskan akan terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, baik dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, maupun masyarakat desa, untuk mewujudkan lingkungan Kabupaten Bojonegoro yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan. [bas.kt]


