30.3 C
Sidoarjo
Wednesday, May 6, 2026
spot_img

Distan Ketahanan Pangan Kota Batu Ingatkan Peternak Waspada Penyakit Menular Hewan

Pemkot Batu, Bhirawa.
Pemerintah Kota (Pemkot) Batu melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan KP) mengingatkan ratusan peternak di Kota Wisata ini untuk waspada terhadap penyakit menular dan zoonosis yang bisa mengganggu hewan ternak mereka. Dan salah satu upaya pencegahan dilakukan dengan menggencarkan sosialisasi terhadap kesehatan hewan kepada para peternak yang ada di kota ini.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Kadistan KP) Kota Batu, Hendry Suseno SP MM menegaskan bahwa sosialisasi ini merupakan langkah nyata Pemerintah Kota dalam memperkuat ketahanan pangan. “Dan dengan sosialisasi ini akan meningkatkan kualitas ternak yang dihasilkan dan otomatis akan meningkatkan kesejahteraan para Peternak Kota Batu,” ujarnya, Selasa (14/4).

Dalam pemberian sosialisasi, Distan KP telah mendatangkan nara sumber yang ahli dalam kesehatan hewan. Mereka adalah Drh Reni Indarwati MSi dari BBPP Songgoriti, dan Dr Drh Mira Fatmawati MSi dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya Malang. “Dengan adanya sosialisasi ini diharapkan bisa meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para peternak kita agar ternaknya lebih sehat, produktif, dan menghasilkan pangan yang aman bagi masyarakat,” harap Hendry.

Kepada para peterak ditekankan pentingnya kesehatan dan kesejahteraan hewan serta penerapan prinsip ASUH. Yaitu, Aman, Sehat, Utuh, Halal untuk produk pangan asal hewan. Dan untuk sosialisasi pemberantasan penyakit menular dan zoonosis yang dilaksanakan di Hotel Batu Suki Kota Batu beberapa waktu lalu, Distan KP melibatkan sedikitnya 250 peternak. Mereka terdiri dari peternak sapi, kambing, domba, dan ayam dari seluruh wilayah Kecamatan Bumiaji.

Berita Terkait :  Pertama di Indonesia, Muslimat NU Jombang Gagas Senam Kreasi 45 Tahun ke Atas

Di sisi lain, Distan KP Kota Batu juga terus bergerak aktif melakukan vaksinasi hewan ternak yang ada di kota ini. Dan salah satu titik kawasan peternakan yang menjadi sasaran adalah Dusun Toyomerto, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu. Dalam program vaksinasi ini, mereka menargetkan sebanyak 200 ekor ternak untuk divaksin. Hal ini menjadi langkah nyata dalam menjaga kesehatan hewan sekaligus mendukung ketahanan pangan masyarakat.

Kegiatan vaksinasi ini juga menjadi bukti komitmen Pemkot Batu dalam melindungi sektor peternakan dari ancaman penyakit. Dan langkah inipun disambut baik masyarakat Dusun Toyomerto sebagai bentuk perhatian pemerintah kota terhadap kesejahteraan peternak lokal. “Selain itu dengan vaksinasi ini sekaligus untuk memastikan hasil ternak yang dihasilkan Peternak Kota Batu tetap berkualitas dan aman dikonsumsi,” tambah Hendry.

Selain bidang peternakan, upaya yang sama juga dilakukan pada bidang pertanian. Salah satu pengembangan sektor pertanian terlihat dalam Musyawarah Desa (Musdes) Sumber Brantas yang telah dilaksanakan pada Senin (13/4). Dengan melibatkan pemerintah desa, BPD, dan OPD terkait, dalam Musdes Sumberbrantas ini sepakat untuk menyiapkan pembangunan Laboratorium Kultur Jaringan. Pembangunan laboratorium ini bukan sekadar proyek, melainkan harapan baru bagi masyarakat petani.

Dengan program ini para petani akan bisa menghasilkan dan menjamin ketersediaan bibit unggul dan berkualitas. Dan dengan penggunaan bibit berkualitas maka akan meningkatkan produksi pertanian, dan otomatis meningkatkan kesejahteraan petani.

Berita Terkait :  20 Ribu Warga Jember Deklarasi Gus Fawait-Djoko Susanto Maju Pilkada Jember

Dengan kolaborasi semua pihak, Laboratorium Kultur Jaringan diharapkan menjadi pusat pengembangan bibit pertanian dan riset pertanian. Hal ini akan membawa Desa Sumberbrantas menjadi Desa Pertanian yang modern. Dan pembangunan laboratorium kultur jaringan ini akan menjadi tonggak kemajuan pertanian desa di Kota Batu. Distan KP Kota Batu berkomitmen akan terus berkontribusi aktif terhadap program ini. Hal ini diwujudkan dengan melakukan pendampingan, dimulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan.

Dengan kontribusi aktif ini diharapkan program pengembangan sektor pertanian bisa berjalan optimal dan berkelanjutan. Dan hal ini juga harus mendapat dukungan warga yang harus bijak dalam pemanfaatan tanah kas desa sehingga program yang dilaksanakan bisa berkelanjutan dan tidak terhenti di tengah jalan.[nas.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!