Tuban, Bhirawa – Puluhan karyawati PT Warahma Biki Makmur (WBM) Tuban mengikuti pemeriksaan HPV DNA dan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) yang merupakan deteksi dini kanker serviks di klinik perusahaan atau menyasar lingkungan kerja, Rabu (14/10/2026)
Kegiatan ini digelar Pemerintah Kabupaten Tuban melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) untuk meningkatkan kesadaran perempuan terhadap pentingnya menjaga kesehatan reproduksi pada Karyawati Pelinting rokok.
Tak sekadar menjalani pemeriksaan, para karyawati juga mendapat edukasi mengenai Human Papillomavirus (HPV), virus yang berkaitan dengan risiko kanker serviks, serta langkah pencegahannya.
Melalui kegiatan ini, pekerja perempuan diharapkan lebih memahami pentingnya skrining secara berkala dan tidak menunda pemeriksaan hingga muncul keluhan.
Dalam pelaksanaannya, Dinkes P2KB Tuban bekerja sama dengan tenaga kesehatan dari UOBF Puskesmas Compreng. Pelayanan yang digelar langsung di lingkungan perusahaan tersebut menjadi salah satu upaya mendekatkan akses pemeriksaan kepada pekerja, sehingga mereka dapat memanfaatkan layanan kesehatan tanpa harus meninggalkan tempat kerja terlalu lama.
Plt. Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Tuban, drg. Roikan, M.H., mengatakan deteksi dini menjadi bagian penting dalam upaya menekan risiko kanker serviks, termasuk di kalangan pekerja perempuan.
Lebih lanjut dijelaskan, pemeriksaan HPV DNA dan IVA menjadi bagian penting dalam upaya deteksi dini kanker serviks.
Menurutnya, skrining di lingkungan kerja dapat membantu pekerja perempuan mengenali potensi risiko lebih awal sehingga tindak lanjut medis bisa segera dilakukan jika ditemukan kelainan. Ia juga mengapresiasi kolaborasi lintas sektor dalam mendukung kesehatan perempuan di Kabupaten Tuban.
“Deteksi dini menjadi kunci untuk mencegah risiko kanker serviks. Kami berharap semakin banyak perempuan yang memanfaatkan layanan skrining ini,” ujar drg. Roikan.
Dukungan juga datang dari manajemen PT Warahma Biki Makmur. Direktur Utama PT WBM, Dra. Tri Nuryati, mengapresiasi pelaksanaan pemeriksaan kesehatan di lingkungan perusahaan.
Menurut Tri Nuryati, kesehatan karyawati merupakan hal penting yang perlu mendapat perhatian, termasuk melalui akses terhadap layanan skrining dan informasi mengenai pencegahan penyakit.
“Kesehatan para karyawati adalah prioritas bagi kami. Dengan adanya skrining dan sosialisasi HPV DNA ini, para pekerja kami menjadi lebih paham dan merasa terayomi dari risiko penyakit berbahaya,” tutur Dra. Tri Nuryati.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, dan sektor industri ini diharapkan dapat memperluas jangkauan skrining kanker serviks di Kabupaten Tuban.
Dengan akses pemeriksaan yang semakin dekat dan pemahaman yang lebih baik, perempuan diharapkan terdorong untuk menjaga kesehatan reproduksi melalui deteksi dini secara berkala. [hud.kt]






