Kota Probolinggo, Bhirawa – Pekerjaan revitalisasi kawasan pujasera Alun-Alun Kota Probolinggo ditargetkan rampung sebelum batas akhir kontrak pada 26 November mendatang. Meski progres pekerjaan masih mengalami deviasi negatif sekitar 4 persen, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Probolinggo optimistis pengerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal.
Kepala Dinas PUPR Kota Probolinggo, Gofur Effendy, mengatakan, sisa pekerjaan yang cukup dominan saat ini berkaitan dengan penambahan daya listrik dan penyambungan instalasi. Selain itu, masih terdapat pekerjaan kecil, termasuk pengadaan mesin pompa untuk mendukung sistem perpipaan.
“Target minggu depan, sekitar tanggal 19 atau 20, sudah rampung semua. Kekurangan sekitar 4 persen itu sebagian besar pada penambahan daya listrik. Penyedia sudah mengajukan ke PLN dan tinggal menunggu prosesnya,” ujarnya saat meninjau lokasi pekerjaan.
Gofur menjelaskan, instalasi perpipaan dan pembuangan limbah pada dasarnya telah terpasang. Namun, pengadaan mesin pompa masih perlu diselesaikan agar sistem suplai air dapat berfungsi secara optimal.
Selain penyelesaian pekerjaan, revitalisasi pujasera juga mencakup penguatan konstruksi bangunan. Salah satunya melalui penggantian balok baja profil WF 150 menjadi WF 300 untuk meningkatkan kemampuan struktur dalam menahan beban.
Menurut Gofur, perubahan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan rencana pemanfaatan kawasan ke depan yang diproyeksikan menampung kegiatan usaha dan berbagai jenis gerai komersial.
“Kalau sebelumnya perhitungan beban sekitar 250 kilogram per meter persegi, dengan WF 300 sudah dihitung mencapai 450 kilogram per meter persegi. Artinya, dari sisi kemampuan menahan beban lebih kuat,” jelasnya.
Ia menambahkan, pekerjaan juga mencakup penyesuaian material lantai serta penyempurnaan aspek mekanikal, elektrikal, dan perpipaan atau mechanical, electrical, and plumbing (MEP).
Meski demikian, revitalisasi tahun ini belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan penataan kawasan pujasera. Gofur menyebut, berdasarkan informasi yang diterima, kebutuhan anggaran untuk penyempurnaan secara menyeluruh diperkirakan mencapai Rp 6 miliar. Sementara itu, alokasi anggaran tahun ini sekitar Rp 1,4 miliar.
Karena keterbatasan anggaran, penataan akan dilakukan secara bertahap. PUPR berharap hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan tetap terjaga kualitas dan kerapianya, sehingga anggaran yang bersumber dari APBD dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo, Heri Poniman, menyatakan optimistis pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target. Ia menjelaskan, persentase progres yang tercatat belum sepenuhnya mencerminkan pekerjaan yang sedang berlangsung karena penghitungan dilakukan berdasarkan penyelesaian setiap item pekerjaan.
“Insyaallah bisa selesai. Satu item pekerjaan yang belum tuntas tidak dihitung secara proporsional oleh konsultan. Jadi, ketika item tersebut selesai, progresnya baru dapat diperhitungkan secara penuh,” terangnya.
Heri juga menyoroti penambahan elemen penguat konstruksi pada bagian bangunan yang memiliki bentang cukup lebar. Penambahan sejumlah balok di bagian tengah dimaksudkan untuk meningkatkan kekakuan struktur dan mengurangi getaran saat digunakan.
“Kita lihat dari gambar sebelumnya, bentangnya cukup lebar sehingga akhirnya ada penambahan tiga balok di bagian tengah. Tadi saya coba di atas, sudah tidak bergetar,” ungkapnya.
Menurut Heri, evaluasi terhadap perencanaan dan pelaksanaan konstruksi perlu menjadi perhatian agar hasil pembangunan memenuhi aspek keamanan, kenyamanan, dan fungsi bangunan.
Ia berharap penyelesaian revitalisasi pujasera tidak hanya berorientasi pada ketepatan waktu, tetapi juga memperhatikan kualitas akhir pekerjaan.
Dengan demikian, kawasan pujasera Alun-Alun Kota Probolinggo dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. [fir.kt]






