28 C
Sidoarjo
Monday, April 27, 2026
spot_img

Dies Natalis ke-54 STIESIA, Mahfud MD Soroti Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel


Surabaya, Bhirawa
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya memperingati Dies Natalis ke-54 menyelengarakan guest lecture bertajuk “Rekonstruksi Tata Kelola Nasional: Menuju Pemerintahan yang Akuntabel dan Berdampak” di Hall 2 Kampus STIESIA Surabaya.

Pada acara tersebut turut hadir pembicara Prof. Dr. Moh. Mahfud MD, SH., SU., M.I.P., yang berbicara tentang tata kelola pemerintahan yang jadi tulang punggung kemajuan suatu bangsa.

Mahfud menjelaskan jenjang karier pada lingkungan birokrasi sering terhenti secara mendadak, terjadi akibat intervensi pejabat politik yang memaksakan kepentingannya. “Jenjang karir sering terpotong di birokrasi karena ditorpedo oleh pejabat politik, saya kira salah satu masalahnya itu,” katanya.

Lanjut Mahfud mengatakan tentang Akuntabilitas bukan hanya soal pelaporan keuangan yang tepat waktu, rekonstruksi tata kelola berarti membangun sistem yang setiap kebijakannya dapat dipertanggung jawabkan kepada publik.

“Ini melibatkan penguatan fungsi pengawasan, pemanfaatan teknologi digital (e-government), dan keterbukaan akses informasi, dengan sistem yang akuntabel, potensi penyimpangan dan korupsi dapat diminimalisir secara sistemik,” ungkapnya.

Mahfud mengukpakan bahwa Selama ini keberhasilan pemerintah sering diukur pada tingkat “serapan anggaran” atau output administratif. “Paradigma tersebut perlahan terkikis melalui rekonstruksi tata kelola menjadi Outcome Based Governance, berarti setiap rupiah dikeluarkan, setiap kebijakan yang diambil harus diukur berdasarkan dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat, penurunan angka kemiskinan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik,” ucapnya.

Berita Terkait :  Tim EIRA PENS Raih Runner Up di Kontes Robot ABU Indonesia 2025

Mahfud menambahkan tantangan terbesar rekonstruksi tata kelola adalah resistensi terhadap perubahan dan budaya kerja birokrasi yang kaku, karena itu diperlukan kepemimpinan yang progresif dan penguatan integritas di semua lini.

“Berharap tercipta kesadaran tata kelola yang baik adalah kunci mewujudkan keadilan sosial, pemerintah bekerja secara akuntabel dan fokus pada dampak, kepercayaan publik akan meningkat serta pembangunan nasional berjalan di atas fondasi yang lebih kokoh dan berkelanjutan,” imbuhnya. [ren.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru