28 C
Sidoarjo
Monday, April 27, 2026
spot_img

75 Siswa SMA Double Track Ikuti Pelatihan Milenial Job Center


Dindik Jatim, Bhirawa
Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur terus memperkuat pelatihan kompetensi bagi siswa melalui UPT Pengembangan Teknis dan Keterampilan Kejuruan (PTKK). Kali ini, sebanyak 75 siswa program SMA Double Track mengikuti pelatihan reguler Milenial Job Center pada bidang fotografi, videografi, web desain, desain grafis, dan animasi.

Pelatihan tersebut telah berlangsung sejak 23 April dan dijadwalkan berakhir pada 28 April 2026.

Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, menyampaikan bahwa pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap program unggulan SMA Double Track. Program ini dirancang untuk membekali siswa dengan kompetensi keahlian sesuai potensi, bakat, dan minat mereka.

Menurutnya, SMA Double Track menjadi solusi bagi sekolah-sekolah di wilayah pelosok agar lulusannya memiliki keterampilan tambahan selain pendidikan akademik. Untuk program pelatihan kali ini sasaran siswanya meliputi daerah Kab Madiun, Kab Ponorogo, Kab Tuban, Kab Bojonegoro, Kab Jombang, Kab Mojokerto, Kab Nganjuk, Kab Malang, Kab/Kota Batu, Kab Jember dan Kab Probolinggo. “Saat lulus, mereka sudah memiliki modal kompetensi dari berbagai bidang keahlian,” ujarnya.

Namun demikian, ia mengakui masih terdapat keterbatasan sarana dan prasarana di sejumlah sekolah penyelenggara Double Track. Karena itu, pelatihan di UPT PTKK menjadi upaya untuk memberikan peningkatan kapasitas dengan dukungan fasilitas yang lebih lengkap serta narasumber berpengalaman.

“Di sini siswa tidak hanya belajar dasar, tetapi juga mendapatkan pemahaman lebih mendalam. Misalnya di fotografi, mereka tidak hanya memotret, tetapi juga memahami fungsi perangkat hingga teknik pengolahan hasil,” jelasnya.

Berita Terkait :  Hari Anak Nasional, PLN Edukasi Anak Pahami Tak Bermain Dekat Jaringan Listrik

Aries berharap, meski pelatihan berlangsung dalam waktu singkat, siswa dapat memperoleh peningkatan kompetensi yang signifikan dan mampu menularkan pengetahuan tersebut kepada teman-temannya di sekolah.

Ia menambahkan, ke depan durasi pelatihan diharapkan dapat diperpanjang menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran, sehingga mendekati standar sertifikasi Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK). “Kami ingin pelatihan lebih mendalam, namun dengan keterbatasan anggaran, program ini tetap harus berjalan,” katanya.

Sementara itu, salah satu peserta pelatihan, Vanezza Editya Putri dari SMAN 1 Soko Tuban, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Ia menyebut ada enam perwakilan dari sekolahnya yang mengikuti pelatihan untuk mengembangkan keterampilan di bidang multimedia.

Enam teman sekolahnya itu terbagi dalam beberapa bidang kompetensi, seperti fotografi, videografi, dan desain grafis.

Vanez mengaku, selama pelatihan, ia mendapatkan materi mulai dari teknik pengambilan gambar produk, pengaturan pencahayaan, hingga pengoperasian kamera secara menyeluruh.

“Di sini diajarkan dari dasar, mulai mengoperasikan kamera hingga editing menggunakan Adobe. Ini berbeda dengan di sekolah yang lebih banyak menggunakan aplikasi sederhana seperti Canva,” ungkapnya.

Di akhir pelatihan, peserta dijadwalkan mempresentasikan hasil karya foto yang telah mereka buat. Vanezza berharap ilmu yang diperoleh dapat dibagikan kepada teman-temannya di sekolah, khususnya dalam pengoperasian kamera dan penggunaan perangkat lunak desain. [ina.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru