Kota Batu, Bhirawa
Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Batu, Heli Suyanto menyoroti sejumlah langkah strategis untuk memperkuat sinkronisasi pembangunan.
Diperlukan adanya integrasi perencanaan dan penganggaran antara pusat dan daerah. Pernyataan ini disampaikan Heli dalam Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah (Otoda) ke-XXX Tahun 2026 di Halaman Balaikota Among Tani, Kota Batu, Senin (27/4).
Pemkot Batu berkomitmen untuk memanfaatkan otonomi daerah untuk mewujudkan “Asta Cita”. Untuk itu mereka siap melakukan reformasi birokrasi berbasis outcomes atau hasil. Dan hal ini didukung dengan digitalisasi, serta penguatan kemandirian fiskal daerah.
Dalam otonomi daerah akan lebih optimal dengan adanya kolaborasi antar daerah. Hal ini dinilai penting dan bisa efìsien untuk menyelesaikan berbagai persoalan lintas wilayah. Di antaranya, transportasi, lingkungan, dan pengelolaan sampah.
“Penguatan stabilitas dan ketahanan daerah juga menjadi hal penting di tengah berbagai tantangan, seperti krisis ekonomi, ketahanan pangan, hingga dampak perubahan iklim,” ujar Heli.
Dan Pemkot Batu menyatakan kesiapannya untuk lebih fokus pada peningkatan layanan dasar masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan, kesehatan, akses air bersih, serta pengentasan ketimpangan antar wilayah.
Diketahui, dalam hal digitalisasi di Kota Batubtidak hanya menjadi gaya hidup dan mengikuti tren kekinian semata. Namun digitalisasi juga instrumen vital untuk menciptakan pemerintahan yang bersih.
Dan yang tak kalah penting, keberadaan digitàlisasi harus bisa membantu warga untuk mendapatkan pelayanan publik yang mudah dan cepat.
Karena digitalisasi adalah kunci transparansi dalam pelaksanaan pembangunan daerah di Kota Batu. Untuk itu penerapan ekonomi digital ini harus bisa dirasakan merata bagi warga Kota Batu.
Saat ini Pemkot Batu telah mampu membangun digitalisasi di bidang finansial atau keuangan. Di bidang ini Pemkot Batu telah menunjukkan prestasi dengan meraih indeks mencapai 99,3 persen.
Meski angka indeks hampir menyentuh poin sempurna, namun Nurochman menegaskan bahwa perjuangan sesungguhnya terletak pada perubahan perilaku masyarakat di lapangan.
Capaian indeks digitalisasi nyaris sempurna yang dimiliki Pemkot Batu bisa menjadi bekal untuk memperluas jangkauan layanan digital hingga ke pelosok permukiman dan perumahan baru.
Dengan demikian pelayanan publik yang cepat dan mudah tidak hanya bisa didapatkan warga perkotaan saja. Tetapi juga bisa dimanfaatkan oleh warga Kota Batu yang berada di daerah pinggiran. [nas.dre]


