Kepala SMKN 1 Situbondo, Ahmad Aswar Anas saat mendampingi Sekda Achmad Yulianto dan Kadisnaker Suriyatno, pada peresmian Diklat content creator, Selasa (8/9). sawawi/bhirawa
Situbondo, Bhirawa. – SMK Negeri 1 Situbondo kembali menegaskan komitmennya sebagai sekolah vokasi unggulan dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang siap bersaing di era digital. Bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Situbondo, sekolah ini resmi menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Content Creator.
Menurut Kepala SMKN 1 Situbondo, Ahmad Aswar Anas, penyelenggaraan diklat ini menjadi wujud nyata dari sinergi antara dunia pendidikan vokasi dengan pemerintah daerah dalam menekan angka pengangguran sekaligus membuka peluang wirausaha kreatif berbasis teknologi bagi generasi muda di Situbondo.
Anas kembali mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas kepercayaan yang kembali diberikan oleh pihak Disnaker Situbondo untuk memfasilitasi program pelatihan keterampilan tersebut.
”Hari ini adalah hari di mana kita bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja terkait dengan diklat content creator. Alhamdulillah, SMK kami lagi-lagi dipercaya menjadi salah satu SMK vokasi yang mencetak SDM-SDM unggul melalui diklat ini,” ujar Anas, Selasa (8/9).
Anas menjelaskan bahwa sasaran utama peserta diklat ini adalah para alumni sekolah, baik lulusan dari SMKN 1 Situbondo sendiri maupun alumni dari sekolah menengah/kejuruan lain di seluruh wilayah Kabupaten Situbondo.
“Target utama yang ingin dicapai bukan sekadar memberikan wawasan, melainkan mencetak lulusan yang mandiri secara ekonomi. Keinginan kami, setelah mengikuti diklat content creator ini, para peserta bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru, misalnya sebagai content creator. Dengan demikian, ekonomi kreatif di Kabupaten Situbondo bisa berjalan dengan maksimal,” tegasnya.
Lebih lanjut Anas memaparkan, diklat ini diikuti oleh 16 peserta yang tersaring pada sesi kali ini. Skema pembatasan kuota 16 peserta per batch dirancang agar proses penyampaian materi dan praktik dapat berlangsung secara intensif dan efektif.
“Skema pelatihan ini sendiri merupakan kali kedua yang dilaksanakan atas kolaborasi SMKN 1 Situbondo dan Disnaker. Sebelumnya, program serupa telah sukses dilaksanakan untuk Diklat Pengelasan (welding).
Untuk pagu 16 peserta ini sudah dilaksanakan dua kali event. Yang pertama adalah diklat pengelasan, kemudian dilanjutkan dengan diklat content creator ini dengan pagu yang sama per sesinya,” terang Anas.
Dalam pelaksanaannya, urai Anas lagi, materi pelatihan disampaikan oleh instruktur teknis profesional yang ditunjuk langsung oleh Dinas Tenaga Kerja, yang berkolaborasi erat dengan tim guru kejuruan teknik dari SMKN 1 Situbondo.
Anas juga berharap pelatihan ini menjadi batu loncatan bagi para alumni untuk terus memperdalam pengetahuan di bidang kreativitas digital. Pihaknya juga berharap kemitraan strategis dengan Disnaker Situbondo dapat terus berlanjut pada program-program mendatang.
”Harapan kami, ini adalah ajang untuk menambah wawasan dan pengetahuan kita untuk memperdalam terkait content creator. Kami berterima kasih kepada Dinas Tenaga Kerja dan berharap kerja sama ini terus berlanjut di event-event selanjutnya,” ungkap Anas.
Terakhir, kupas Anas, pagi dari kegiatan ini diikuti 16 orang peserta. Adapun sasaran peserta adalah para alumni SMKN 1 Situbondo dan alumni sekolah se-Kabupaten Situbondo. “Untuk
pemateri atau tim instruktur di isi oleh tim Disnaker serta guru Kejuruan Teknik SMKN 1 Situbondo,” pungkas mantan guru SMKN 1 Kendit, Kabupaten Situbondo itu. [awi.hel].


