30 C
Sidoarjo
Friday, May 8, 2026
spot_img

Cegah Masa Depan Tandus, BLDF Ajak 28 Juta Viewers Peduli Lingkungan Sejak Dini

“Hey, yo woh woh, What’s up guys?!. Ini dia Bumi dari masa depan, membawa pesan dari masa depan untuk Bumi. Kehidupan masa depan udah hancur..curr..curr..curr, semua gara-gara kamu.muu..muu..muu, kita diterjang air bah guys, tandus, makan susah, pohon punah, kalau tidak percaya, gue punya fotonya. Bumi di masa depan tidak punya masa depan, hastag pesan dari masa depan, hastag siap sadar lingkungan, hastag Bumi. Oke segitu dulu pesannya,” kata Calvin Jeremy yang memerankan Bumi di web series BLDF dengan judul ‘2125: Pesan dari Bumi’ dan sudah di tonton 6,8 juta kali.

Oleh:
Achmad Tauriq Imani – Harian Bhirawa

Meluncurkan serial web ke-enam dengan judul 2125: Pesan dari Bumi, Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) melalui gerakan Siap Sadar Lingkungan (Siap Darling) berkomitmen akan terus mengedukasi dan mensosialisasikan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan khususnya kepada para generasi muda sejak dini sebelum terlambat.

Karya serial web series terbaru BLDF yang dibintangi Gabriel Prince sebagai Alam, Aline Alfauziah sebagai Laras dan Calvin Jeremy sebagai Bumi merupakan bentuk keberlanjutan komitmen BLDF dalam edukasi cinta lingkungan melalui medium yang lebih kreatif dan dekat dengan generasi muda. Dalam serial web kali ini BLDF menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang keresahan generasi muda akan masa depan bumi.

‘2125: Pesan dari Bumi’ sendiri mengisahkan awal perjalanan tiga tokoh utama menjelajahi waktu. Ketiganya terhubung oleh sebuah takdir, menyelamatkan masa depan bumi dari krisis iklim. Dengan semangat dan impian untuk mengubah keadaan bumi, ketiga pejuang ini memutuskan melakukan misi perjalanan kembali ke masa lalu.

Diharapkan serial web ‘2125: Pesan dari Bumi’ tayang setiap hari Sabtu, selama tiga pekan, mulai tanggal 11 Oktober 2025 di akun YouTube Siap Darling (https://www.youtube.com/c/Siapdarling) mampu menarik penonton dari pendahulunya seperti “Prince Darling” (2020), “Jumpa” (2021), “Healing Trip” (2022), “Pusaka” (2023), dan “Kami Memohon (2024) yang secara akumulatif telah ditonton lebih dari 28 juta kali.

“Dimana Bumi berpijak, disitu langit dijunjung! Meski masa depan telah berubah, kita tak pernah berhenti menyuarakan harapan untuk Bumi yang indah ini, semua karena kalian yang terus berjuang agar kesalahan masa lalu tak terulang. Dulu hanya satu suara, tapi satu suara cukup jadi awal bagi jutaan yang lainnya, hingga akhirnya berdampak pada masa depan Bumi. Sekian dari Bumi hari ini, jangan lupa like, comment dan subscribe ya!,” kata Bumi di akhir cerita serial web BLDF 2125: Pesan dari Bumi.

Berita Terkait :  Sosialisasi Rembuk Lingkungan Bersama 30 Pemilik Perahu Tambang di Kali Surabaya, Fokus pada Perizinan dan Pelestarian Lingkungan

Sementara itu dengan memerankan karakter Alam yang memiliki jiwa pemimpin tinggi, Gabriel Prince mengakui dirinya beruntung dapat bergabung dalam proyek serial web ini. Meski sebelumnya sudah pernah bermain pada tiga mini seri lain, “2125: Pesan dari Bumi” merupakan serial web pertamanya yang memiliki tema besar terkait isu krisis iklim.

Selain tertantang dengan proses syuting di gunung, pria yang juga aktif di platform sosial media ini juga tertarik dengan isu lingkungan yang diangkat. Menurutnya isu lingkungan yang dipilih memiliki pesan yang sangat bagus. “Aku mikir oke, let’s do this movement, ini juga message-nya sangat sangat bagus. Sekalian aku experience for the first time mendaki gunung,” katanya.

Dalam proses shooting di Kawasan Gunung Papandayan yang memiliki keindahan alam yang khas Jawa Barat juga menjadi pengalaman yang berkesan bagi Prince. “Sosok Alam pada serial web ini memiliki sifat yang sangat diperlukan oleh kita generasi muda saat ini dalam berjuang merawat lingkungan. Aksi-aksi yang kita lakukan hari ini merupakan bekal bagi generasi akan datang. Menurut saya gerakan Siap Darling, yang diinisiasi oleh BLDF dapat menjadi inspirasi untuk saya dan generasi muda dalam menjaga Bumi,” ujar content creator yang memiliki 3 juta pengikut di kanal media sosial TikTok.

Prince sendiri mengakui tertarik membintangi series ‘2125: Pesan dari Bumi’ setelah membaca skrip awal. Ia mengaku tertantang dan ingin mencoba hal baru dengan syuting di atas gunung. Apalagi bagi Gabriel Prince baru pertama kali ini naik gunung, berkat membintangi series ‘2125: Pesan dari Bumi’. Prince mengaku tidak bisa melupakan proses syuting yang penuh tantangan itu.

“Waktu syuting kemarin itu kebetulan pertama kalinya aku mendaki gunung. Jadi saat ditawarin project ini awalnya aku baca-baca dan akhirnya dikasih tahu kalau kita syutingnya di (gunung) Papandayan. Aku langsung jawab, ‘Oke, pas sekali nih’,” tuturnya.

Pengalaman pertama itu pun diakui Prince tidak pernah terlupakan baginya. Ia mengakui banyak momen yang membekas selama syuting, terutama saat Prince harus melawan rasa dingin namun harus menggambarkan pesan panas di dalam film.

“Jujur waktu di sana itu ada banyak sekali experience yang tidak akan aku lupakan. Seperti yang itu tadi Mas Romie sempat mention kita harus acting as if the weather is very hot tapi sebenarnya cuacanya dingin sekali. Itu experience yang apa ya, tidak akan aku lupakan,” ujarnya.

Salahsatu cuplikan we series ‘2125: Pesan dari Bumi’ yang tampak tandus.

Bagikan Konten Positif Seputar Alam
Selain membagikan konten positif seputar alam pada kanal digital, gerakan Siap Darling juga menginisiasi beragam kegiatan penghijauan sejak 2020. Hingga kini, lebih dari 15.000 mahasiswa dari 390 kampus di Indonesia aktif dalam menyuarakan dan terlibat langsung dalam aksi lingkungan.

Berita Terkait :  LPS dan Perbarindo Jatim Perkuat Pemahaman Penjaminan Simpanan bagi BPR/BPRS

“Melalui serial web ini, kami ingin mengajak generasi muda untuk melintasi waktu ke tahun 2125 apabila kita tidak menjaga bumi ini. Harapannya, serial web ini bisa menjadi pengingat bahwa setiap tindakan kecil yang dilakukan untuk menjaga bumi akan berdampak dalam kelestarian kehidupan dan menjadi warisan hijau bagi generasi yang akan datang,” ungkap Director – Communications Djarum Foundation, Mutiara Diah Asmara.

Bagi Mutiara, serial web ini sangat efektif. Karena bagaimanapun juga konten edukasi lingkungan dalam bentuk film ini jadi salah satu cara untuk menjangkau generasi muda. Untuk itu, Mutiara optimisme, bagaimanapun juga generasi muda menjadi kunci untuk estafet pewaris bumi yang mampu menggerakan kegiatan yang peduli lingkungan. Kesadaran ini tentunya harus terus diperbarui dan begitulah yang dilakukan terkait dengan serial web ini.

Maka dalam serial web ‘2125: Pesan dari Bumi’, menurut Mutiara BLDF menyoroti pentingnya menjaga lingkungan dan pelestarian tanaman khususnya pohon-pohon yang berdaya serap tinggi sehingga apa yang digambarkan alam yang tandus dalam serial web tersebut tidak akan benar-benar terjadi.

Dengan menonton serial web ‘2125: Pesan dari Bumi’, diharapkan memiliki kepekaan untuk menempatkan diri kita sebagai manusia, kemudian juga berada diposisi mereka apabila kita benar-benar mengalami alam yang tandus dengan makanan yang terbatas sehingga perlu melakukan pelestarian alam sejak dini untuk menjaga alam.

“Semoga peluncuran serial web ini bisa menjadi reflesi diri dan memberikan semangat, motivasi pembelajaran dan mendorong konten-konten positif di era yang banjir informasi saat ini,” tegas Mutiara.

Menurut Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Lingkungan Hidup, Yulia Suryanti yang diwakili oleh Ketua Kelompok Kerja Komunikasi, Informasi, dan Edukasi Biro Hubungan Masyarakat, Romi Setiawan menyoroti ide kreatif yang digagas oleh BLDF untuk menyampaikan pesan terkait lingkungan melalui serial web ini.

“Pesan lingkungan sering terasa berat, padahal bisa disampaikan dengan cara yang dekat dan menyentuh, di sinilah peran komunikasi kreatif menjadi penting. Hari ini, kita melihat contohnya melalui serial web ‘2125: Pesan dari Bumi’. Kami mengapresiasi inisiatif Bakti Lingkungan Djarum Foundation melalui Gerakan Siap Sadar Lingkungan (Siap Darling), yang membuktikan bahwa film, konten digital, dan cerita bisa menjadi kekuatan nyata untuk menggerakan aksi,” jelas Romi.

Penanaman pohon oleh relawan Siap Darling dari mahasiswi Universitas Muria Kudus di Bukit Patiayam, Kudus.

Siap Darling Inisiasi Beragam Kegiatan Penghijauan
Selain membagikan konten positif seputar alam pada kanal digital, gerakan Siap Darling juga menginisiasi beragam kegiatan penghijauan sejak 2020. Hingga kini, lebih dari 15.000 mahasiswa dari 390 kampus di Indonesia aktif dalam menyuarakan dan terlibat langsung dalam aksi lingkungan.

Berita Terkait :  Fasilitasi Perizinan Berusaha DPMPTSP Sambangi Paguyuban UMKM

Bahkan Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) melalui gerakan digital Siap Sadar Lingkungan (Siap Darling) kembali menyelenggarakan #OneActionOneTree (OAOT). Bekerja sama dengan petani lokal dan puluhan anak muda, BLDF menggelar aksi menanam 26 ribu bibit pohon di Bukit Patiayam.

Gerakan digital ini bersifat tahunan untuk mengonversi aktivitas sehari-hari individu seperti lari, bersepeda dan bermedia sosial menjadi bibit multi purpose tree species (MPTS) seperti mangga, alpukat, petai, dan durian.

Bahkan setengah dekade berselang, dampak dari gerakan #OAOT semakin signifikan bagi pelestarian alam dan peningkatan kesejahteraan petani, khususnya di Desa Gondoharum, Kudus yang menjadi penerima bibit.

Kini para petani bahkan mulai memiliki target jangka panjang untuk mendirikan agroforestri dan menjadikan daerahnya sebagai salah satu produsen mangga terbesar di Provinsi Jawa Tengah.

BLDF juga membantu dengan mengadakan pelatihan dan pendampingan kepada para petani dan pemberian bibit hasil dari kegiatan #OAOT ini diharapkan dapat berdampak panjang bagi petani.

Adapun data dari Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, ungkapnya, pada periode 2021-2023 Provinsi Jawa Tengah konsisten menjadi produsen mangga terbesar kedua di level nasional, dengan rata-rata produksi sebesar 512.9 ton per tahun. Adapun Kabupaten Kudus, pada 2023, masih menempati posisi ke-20 di tingkat provinsi dengan 6.840,9 ton.

Kepala Seksi Wilayah I Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (BPSKL) Wilayah Jawa, Ruhiat menyebut, inisiatif penanaman yang dilakukan para petani di Gondoharum ini menjadi bukti nyata atas dampak program perhutanan sosial.

“Ikhtiar masyarakat untuk menanam di area perhutanan ini menunjukkan rasa memiliki yang kuat terhadap alam. Sejak 2017, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (saat itu) memang memberi peluang bagi masyarakat untuk mengelola perhutanan sosial agar tetap lestari dan berdampak positif bagi ekonomi masyarakat sekitar. Harapannya upaya senada dapat direplikasi oleh komunitas petani lain di desa-desa sekitar Perbukitan Patiayam ini,” papar Ruhiat.

Pemenang #OAOT kategori bersepeda, Hamli Akbar Pramulyana, mengaku bahagia bisa berkontribusi untuk lingkungan melalui hobi bersepedanya. Hamli yang melakukan tur Jepang tahun lalu, bahagia bisa menjadi bagian #OAOT.

“Kami berharap akan semakin banyak masyarakat yang bergabung dengan kegiatan ini dan menjadi lebih peduli terhadap lingkungan sekitar masing-masing,” imbuhnya. [*]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!