29.6 C
Sidoarjo
Sunday, May 3, 2026
spot_img

Bupati Madiun Monitoring Pelatihan Las Listrik dan CPMI

Pemkab Madiun, Bhirawa
Bupati Madiun H. Hari Wuryanto, SH MAk didampingi Wakil Bupati Madiun dr. Purnomo Hadi, MH melakukan monitoring untuk dua kegiatan, yakni Pelatihan Kejuruan Las Listrik Gelombang I di Desa Geger dan pelatihan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) di Desa Banjarsari Kulon, Kecamatan Dagangan Sabtu (2/5/2026). Dalam acara ini, Bupati juga meletakan batu pertama pembangunan mess, mushola, dan asrama instruktur.

Pelatihan ini merupakan kerjasama antara Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian dengan LPK Dinar Berlian Mandiri, Desa Banjarsari Kulon, dan pelatihan ini sebagai upaya Pemkab. Madiun untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menekan angka pengangguran.

Pimpinan Aclasindo Inti Persada, Suhendro, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan yang berlangsung saat ini merupakan angkatan ke-25 dan 26 untuk kompetensi pengelasan SMAW level 3G dan telah memasuki hari ke-26. “Dari peserta yang mengikuti pelatihan, sebanyak 16 orang sudah terserap di industri, di antaranya di PT KBT Inka Multi Solusi, PT Mitra Bina Mandiri Makmur di Pasuruan, serta perusahaan di Surabaya,” ujarnya.

Kesempatan ini, Bupati Madiun mengapresiasi kontribusi Aclasindo yang selama ini konsisten membantu pemerintah dalam menyiapkan tenaga kerja siap pakai dan bersertifikat. “Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dengan stakeholder seperti Aclasindo ini sangat penting untuk mengatasi pengangguran,” ujarnya.

Bupati Madiun juga menyebutkan, tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Madiun mengalami penurunan signifikan, dari 4,33 persen menjadi 3,22 persen. Ke depan, Pemkab Madiun terus mendorong masuknya investor di berbagai sektor industri, seperti alas kaki, makanan, mainan, hingga plastik, guna membuka lebih banyak lapangan kerja lokal. “Harapan kami, anak-anak Madiun tidak perlu bekerja jauh ke luar daerah. Kalau industrinya ada di sini dan SDM-nya siap, tentu ini akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkpanya.

Berita Terkait :  Stop Jadi 'Kelompok Bisu'! Kenapa Suara Kita Hilang di TV, Bagaimana Cara Merebut Mikrofon Itu?

Sementara itu, Wakil Bupati Madiun menambahkan pentingnya kompetensi dan sertifikasi dalam dunia kerja saat ini. Menurutnya, keberadaan lembaga pelatihan seperti Aclasindo menjadi sangat strategis dalam menyiapkan tenaga kerja profesional.

Saat meninjau pelatihan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) di Desa Banjarsari Kulon, Bupati Madiun juga menegaskan pelatihan ini merupakan bagian dari strategi untuk menekan angka pengangguran. “Pemerintah hadir memastikan pelatihan berjalan sesuai regulasi dan memberikan perlindungan bagi pekerja migran. Jangan sampai salah jalur atau menggunakan lembaga yang tidak resmi,” ujarnya.

Bupati berharap para pekerja migran memiliki keahlian yang mumpuni sehingga dapat bekerja dengan baik dan mendapat kepercayaan dari pemberi kerja. “Pelatihan ini penting untuk meningkatkan kompetensi, termasuk kemampuan bahasa dan pelayanan. Dengan itu, mereka bisa bekerja lancar dan membawa kesejahteraan bagi keluarga,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kab. Madiun, Arik Krisdiananto, mengungkapkan tingginya minat masyarakat untuk bekerja ke luar negeri. Pada 2025 tercatat 1.731 warga bekerja di luar negeri, sedangkan periode Januari-April 2026 sudah mencapai 552 orang. “Karena animo masih tinggi, setiap tahun kami alokasikan anggaran untuk peningkatan SDM calon pekerja migran. Pelatihan ini berlangsung hingga 29 Mei mendatang,” jelasnya.[dar.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!