29 C
Sidoarjo
Wednesday, April 29, 2026
spot_img

Belanja Suku Cadang Lokal SIG Tembus Rp809 Miliar, Dukung Penguatan Industri Nasional

Gresik, Bhirawa

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mencatatkan capaian membanggakan di tahun 2025, di mana belanja suku cadang yang bersumber dari produk dalam negeri mencapai nilai Rp809 miliar.

Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 2,79 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp787 miliar, bahkan mengalami lonjakan yang sangat signifikan yaitu 164,3 persen jika dibandingkan dengan capaian tahun 2020 yang hanya mencapai Rp306 miliar.

Peningkatan ini menjadi wujud nyata komitmen SIG dalam memperkuat rantai pasok nasional sekaligus meningkatkan efisiensi operasional di tengah persaingan industri bahan bangunan yang semakin ketat.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menjelaskan bahwa peningkatan penggunaan produk dalam negeri bukan hanya sekadar memenuhi ketentuan peraturan yang berlaku, melainkan merupakan bagian dari strategi utama perusahaan.

Upaya ini sejalan dengan visi SIG untuk mendorong terciptanya solusi dan inovasi yang berkelanjutan, yang menjadi salah satu pilar utama dalam peta jalan keberlanjutan perusahaan hingga tahun 2030.

“Untuk mendukung peningkatan penggunaan produk dalam negeri secara terus-menerus, SIG secara aktif mengembangkan berbagai komponen suku cadang melalui kegiatan penelitian dan pengembangan (R&D) yang dilakukan bersama mitra industri dan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM). Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi, mengembangkan teknologi terbaru, serta meningkatkan daya saing produk buatan Indonesia,” ujarnya.

Pendekatan yang dijalankan oleh SIG dalam pengadaan barang dan jasa dirancang untuk tidak hanya memperkuat peran pemasok dalam negeri, tetapi juga tetap menjaga efisiensi biaya dan kualitas produk. Strategi ini menjadi bagian dari transformasi bisnis yang berlandaskan prinsip ESG (Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola), yang berfokus pada penciptaan nilai ekonomi yang berkelanjutan bagi seluruh pihak.

Berita Terkait :  Semester I 2025, Bank Jatim Sukses Bukukan Laba Bersih Rp703 Miliar

Sebagai produsen bahan bangunan terbesar di Indonesia, SIG mengintegrasikan penggunaan produk dalam negeri di seluruh tahapan operasional, mulai dari pengadaan bahan baku, pembelian suku cadang, hingga penyediaan jasa penunjang industri.

Langkah ini tidak hanya membantu menekan biaya operasional, tetapi juga mengoptimalkan sistem rantai pasok yang berbasis pada sumber daya lokal, sehingga perusahaan dapat lebih mudah menyesuaikan diri dengan perubahan dinamika industri yang terjadi.

Komitmen ini tercermin juga dari capaian total belanja produk dalam negeri yang dilakukan SIG sepanjang tahun 2025, yang mencapai nilai Rp21,79 triliun atau setara dengan 93,47 persen dari total pengeluaran perusahaan untuk barang dan jasa yang berjumlah Rp23,32 triliun. Capaian ini menjadi kontribusi nyata SIG dalam mendukung upaya pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, terutama di tengah tantangan dan persaingan di tingkat dunia.

Selain itu, SIG juga terus berupaya meningkatkan kualitas dan daya saing produk lokal melalui berbagai inovasi, salah satunya adalah pengembangan jenis semen yang memiliki kandungan karbon lebih rendah. Produk ini memanfaatkan bahan baku yang tersedia di dalam negeri, serta mendukung upaya efisiensi energi dan penurunan emisi gas rumah kaca yang ramah lingkungan.

“Kami memastikan bahwa setiap proses bisnis yang kami jalankan tidak hanya berjalan dengan efisien, tetapi juga memberikan manfaat dan dampak yang nyata bagi penguatan industri nasional serta pelestarian lingkungan hidup,” tegas Vita Mahreyni.

Berita Terkait :  Perkuat Hilirasi Migas, PGN Fokus Lanjutkan Pembangunan Infrastruktur Gas Bumi

Dengan strategi yang dijalankan secara konsisten, SIG tidak hanya berhasil meningkatkan penggunaan produk dalam negeri, tetapi juga memperkuat ketahanan industri nasional di tengah tekanan pasar yang ada.

Ke depannya, perusahaan berencana untuk terus memperluas kerja sama dengan berbagai pelaku industri di dalam negeri, guna membangun sistem rantai pasok yang lebih tangguh, merata, dan mampu bersaing di tingkat global.[kim.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!