Peringatan hari turunnya Al-Quran, 17 Ramadhan tahun ini (1447 H), dijalani umat Islam dengan perasaan was-was. Karena kawasan jazirah Arab, dilanda perang besar. Terutama serangan Amerika Serikat (AS) bersama Israel terhadap Iran. Tetapi perang pada bulan Ramadhan, memiliki akar ke-sejarah-an selama periode awal Islam. Dua perang besar saat puasa Ramadhan pada zaman Nabi Muhammad SAW, menjadi penentu keberlangsungan Islam.
Tetapi pada Ramadhan, Nabi SAW juga dilanda kesedihan mendalam, karena ditinggal istri tercinta, Sayyidah Khadijah, wafat. Tanggal 11 Ramadhan tahun 10 Hijriyah, menjadi sehari yang paling memilukan. Sayyidah Khadijah, adalah orang pertama yang masuk Islam. Dengan kekayaannya (separuh lebih aset Makkah), dihabiskan untuk penguatan Islam. Terutama untuk pembebasan budak, dan membeli persenjataan (baju zirah, rompi perang). Karena bantuannya yang besar, umat Islam memenangkan Perang Badar (terjadi pada tahun kedua Kenabian, 2 Hijriyah).
Perang Badar, terjadi pada 17 Ramadhan. Sangat fenomenal, karena dipimpin langsung Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Jumlah personel tentara Islam hanya 313 orang, dengan persenjataan terbatas, hanya terdapat dua kuda. Personel musuh (saat itu kaum Quraisy Makkah, masih belum masuk Islam) sebanyak seribu orang, dengan persenjataan sangat baik. Termasuk kavaleri berat berupa kereta perang. Tetapi kaum Quraisy Makkah kalah, dan lari mundur pontang-panting. Sebanyak 70 tentara Quraisy tewas, 70 ditawan.
Kemenangan di lembah Badar, menjadikan tentara muslim mulai kesohor seantero Arab. Menjadikan banyak qabilah (suku-suku) di pegunungan menyatakan masuk Islam, dan minta perlindungan ke Madinah. Sebagian anggota qabilah juga dilatih perang, menyebabkan tentara muslim semakin banyak. Sampai terjadi (hampir) perang penaklukan Makkah, pada tahun 8 Hijriyah, tentara muslim sudah sangat banyak. Tetapi tidak untuk perang.
Karena sesungguhnya, tokoh utama Quraisy, Abu Sofyan, adalah sepupu Nabi Muhammad SAW. Sama-sama cucu Abdul Muthalib. Bahkan saudara sepersusuan, asuhan Halimah as-Sa’diyah. Sehingga Abu Sofyan sering mengasuh Nabi Muhammad SAW. Sama-sama alumni lembah Nakhlah, permukiman bani Sa’ad, sekitar 160 selatan Makkah, tempat tinggal Halimah as-Sa’diyah. Kota Makkah, tempat tumpah darah (kelahiran) Kanjeng Nabi Muhammad SAW, saat itu belum mengakui Islam. Sampai Nabi SAW hijrah (pindah ke Madinah).
Perang Badr dipicu pelanggaran oleh Bani Bakr (yang pro Quraisy) menyerang Bani Khuzaah (yang pro Bani). Kedua klan, sejatinya telah lama bermusuhan. Pada 20 Ramadhan tahun 8 Hijriyah, sesuai perjanjian perang, pasukan muslim sudah berada di Makkah. Kekuatan muslim yang dibawa ke Makkah, sangat fantastis, sepuluh ribu orang! Sebenarnya bukan sekadar untuk perang, melainkan sekaligus menunaikan ibadah haji. Sehingga yang paling dibawa adalah perbekalan ibadah selama menunaikan haji.
Tetapi kaum Quraisy Makkah, sudah syok. Tokoh Quraisy, Abu Sofyan, segera mendatangi perkemahan umat Islam di batas kota, menyatakan masuk Islam. Makkah bisa ditaklukkan tanpa perang. Sampai di-dokumentasikan dalam Al-Quran surah An-Nashr. Kemenangan karena ertolongan Allah. Begitu pula tanggal turunnya Al-Quran, 17 Ramadhan, di Indonesia dikenang sebagai hari Proklamasi 17 Agustus 1945. Tetapi Ramadhan tahun ini menjadi ‘amul huzni umat Islam di seantero jazirah Arab.
Selain terpecah belah (devide et impera oleh AS-Israel), juga saling serang dengan peluru kendali. Umat Islam Indonesia, dan muslim di seluruh dunia, mengangkat tangan, berdoa dengan qunut nazilah. Setiap kaum muslim patut bebas dari ingtimidasi, penyiksaan, dan genosida. Sesuai deklarasi ke-adab-an Universal Declaration of Human Rights (Hak Asasi Manusia), yang disahkan PBB tahun 1948.
——— 000 ———


