27.8 C
Sidoarjo
Wednesday, August 5, 2026
spot_img

Aksi Nyata SDN Tanah Kali Kedinding V/579 Surabaya Wujudkan Ketahanan Pangan


Surabaya, Bhirawa – Di sudut utara Kota Surabaya, tepatnya di SDN Tanah Kali Kedinding V/579, hiruk-pikuk suara anak-anak sekolah berseragam pramuka berpadu harmonis dengan gemercik air, Rabu (5/8). Di sekolah yang berada di Jalan Tanah Merah No. 100 ini, sedang menggeliat transformasi hijau yakni semangat membangun ketahanan pangan sejak dini.

Di balik transformasi hijau ini, ada sosok Khoirul Fansuri, sang Kepala Sekolah yang tidak sekadar memimpin dengan instruksi, melainkan dengan aksi nyata yang inspiratif.

Bagi Khoirul, sekolah bukan hanya tempat untuk mengejar nilai di atas kertas, melainkan sebuah laboratorium kehidupan. Berangkat dari keyakinan bahwa ketahanan sebuah bangsa berakar dari kemandirian lingkungannya, ia memulai sebuah langkah berani. Lahan-lahan kosong yang semula telantar di sudut sekolah kini disulap menjadi kolam-kolam ikan yang produktif. Tidak ada ruang yang disia-siakan. Bahkan, selokan sekolah yang biasanya hanya menjadi saluran pembuangan air, di tangan kreatifnya diubah menjadi tempat budidaya ikan lele yang subur.

Selain lele, SDN Tanah Kali Kedinding V/579 juga sukses membudidayakan ikan mujaer dan nila

“Kami ingin membuktikan bahwa keterbatasan lahan di perkotaan bukan alasan untuk pasrah. Ketahanan pangan harus dibangun dari bangku sekolah lewat aksi nyata, agar anak-anak tahu bahwa mereka bisa hidup dan berdaya dari lingkungan sekitarnya,” ujar Khoirul Fansuri dengan mata berbinar. Gagasan Khoirul tidak berhenti di sektor perikanan. Di bawah kepemimpinannya, area hijau sekolah diperluas dengan berbagai tanaman pangan. Hamparan daun hijau dari sayuran kangkung, sawi, dan seledri tumbuh subur berkat perawatan yang telaten. (why)

Berita Terkait :  Wali Kota Mojokerto Ajak Warga Deteksi Dini TBC

Jadikan Ruang Edukasi, Libatkan Guru dan Siswa
Khoirul tidak berjalan sendirian dalam mewujudkan mimpi besar ini. Langkahnya didukung penuh oleh sinergi hebat antara guru dan siswa. Ia mendelegasikan tanggung jawab ini kepada para pendidik yang memiliki semangat serupa. Di bidang perikanan, ada Pak Jefri, seorang guru yang dengan setia mengawasi perkembangan ikan-ikan, memastikan air tetap bersih, dan pakan terpenuhi.

“Awalnya memanfaatkan selokan ini penuh tantangan, tapi melihat lele berkembang baik, anak-anak jadi sangat antusias ikut membersihkan dan memberi makan setiap hari,” kata Pak Jefri sembari menunjuk ke arah saluran air yang kini bersih.

Sementara untuk urusan hijau sayur-mayur, Bu Putri menjadi sosok di balik layar yang teliti merawat bibit hingga siap panen. “Anak-anak kami ajari dari nol, mulai dari menyemai benih kangkung dan sawi, hingga merawatnya tanpa bahan kimia berbahaya,” tambah Bu Putri.

Keterlibatan aktif para siswa menjadi ruh utama dari program ketahanan sekolah ini. Setiap pagi, anak-anak diajak untuk ikut serta memberi makan ikan dan menyiram sayuran. Khoirul sengaja melibatkan mereka bukan untuk menjadikannya pekerja, melainkan untuk menanamkan filosofi hidup yang mendalam. Ia ingin mendorong siswa sejak kecil agar mengenal budidaya. Lebih dari itu, ia ingin melatih pola pikir anak-anak agar mampu berpikir bagaimana bisa hidup mandiri dengan memanfaatkan lingkungan di sekitar mereka.

Berita Terkait :  Cabdindik Bojonegoro Imbau SMA/SMK Gelar Khataman Al-Qur'an Jelang Libur Sekolah

Muhammad, salah satu siswa kelas VI, mengaku sangat senang dengan aktivitas baru ini.

“Dulu selokan ini kotor, sekarang seru bisa lihat banyak ikan lele. Saya jadi tahu cara menanam sawi sendiri di rumah,” ucapnya polos.

Ketika waktu panen tiba, suasana sekolah berubah menjadi panggung kegembiraan. Hasil panen ini mengalirkan berkah ke banyak arah. Pertama, untuk memenuhi kebutuhan gizi warga sekolah itu sendiri. Kedua, sebagian hasil panen dibagikan kepada masyarakat sekitar sebagai wujud kepedulian sosial sekolah terhadap lingkungan tetangga. Ketiga, sisa hasil panen dijual, di mana uang hasil penjualan tersebut diputar kembali sebagai modal pengembangan program ketahanan pangan sekolah agar terus berkelanjutan.

Apa yang dilakukan oleh Khoirul Fansuri di SDN Tanah Kali Kedinding V/579 Surabaya adalah sebuah refleksi mendalam mengenai pentingnya ketahanan pangan yang dibangun dari bangku sekolah. Sekolah menjadi fondasi awal untuk mencetak generasi yang tidak gagap saat menghadapi krisis pangan di masa depan. [why]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!