28.3 C
Sidoarjo
Tuesday, June 16, 2026
spot_img

Ajang Kreativitas dan Pembentukan Karakter Siswa SD Muhammadiyah 24 Surabaya

Performing Art by Sahabat 24 ‘Cahaya Islam di Bumi Khatulistiwa’

Surabaya, Bhirawa
Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Ketintang, Surabaya kembali menggelar kegiatan tahunan Performing Art by Sahabat 24. Yakni pentas seni yang tak hanya menjadi wadah menyalurkan bakat tetapi juga sarana pembentukan karakter bagi para siswa. Tahun ini, mengangkat tema ‘Cahaya Islami di Bumi Khatulistiwa’ yang digelar pada Selasa (16/6) atau bertepatan dengan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah.

Menurut Kepala SD Muhammadiyah 24 Ketintang, Surabaya, Ustadzah Norma Setyaningrum SPd MPd, Performing Art Kegiatan berlangsung mulai pagi hari ini diikuti sebanyak 445 siswa mulai dari kelas I hingga kelas V, serta dihadiri orang tua dan wali murid. Melalui gerakan, nyanyian dan dialog yang disusun secara menarik, pentas ini mengajak seluruh hadirin memahami perjalanan masuk dan berkembangnya Agama Islam di Nusantara Indonesia dari masa ke masa.

“Melalui penampilan ini, kami ingin anak-anak semakin mengenal sejarah Islam, memperkuat aqidah, sekaligus mengasah kreativitas, rasa percaya diri dan keberanian tampil. Lebih dari itu, pentas ini juga bernilai dakwah, yaitu mengingatkan kita untuk selalu mengingat Allah SWT,” ujarnya.

Ustadzah Norma menjelaskan, penampilan disusun dalam rangkaian cerita yang terstruktur dan dibagi berdasarkan jenjang kelas. Kelas I menampilkan kondisi masyarakat Nusantara sebelum masuknya agama, yaitu masa kepercayaan animisme-dinamisme hingga berkembangnya Agama Hindu-Buddha yang ditandai berdirinya Kerajaan Kutai. Kelas II menceritakan awal kedatangan Islam melalui jalur perdagangan, di mana para pedagang menarik perhatian masyarakat dengan akhlaknya yang jujur dan santun.

Berita Terkait :  Berdayakan Produk Lokal, Pemkot Batu Penuhi Kebutuhan Gizi Pelajar

Sementara itu, Kelas III menampilkan masa penguatan Islam dengan berdirinya Kerajaan Samudra Pasai sebagai kerajaan Islam pertama di Indonesia. Kelas IV melanjutkan kisah penyebaran Agama Islam ke Pulau Jawa melalui peran Wali Songo dan berdirinya Kerajaan Demak pasca runtuhnya Kerajaan Majapahit. Sedangkan Kelas V menutup rangkaian cerita dengan menampilkan perkembangan Islam hingga masa berdirinya organisasi Muhammadiyah dan kondisi umat Islam saat ini.

Berbeda dengan tahun sebelumnya yang mengambil kisah-kisah dari Alquran dan setiap kelas dapat tampil secara terpisah, tema tahun ini disusun menjadi satu kesatuan alur cerita yang utuh sehingga setiap penampilan mulai kelas I hingga kelas V saling melengkapi.

Ustadzah Norma juga mengatakan, selain pentas seni, rangkaian kegiatan juga mencakup pelantikan Pengurus Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kidz, Sebanyak 25 siswa dipilih dari ratusan pendaftar Pengurus IPM dan akhirnya ditetapkan empat orang sebagai ketua dan pengurus inti. Selain itu, juga ada pemberian penghargaan bagi siswa berprestasi, dan pemberian beasiswa bagi siswa

“Tujuan pembentukan IPM Kidz agar anak-anak bisa belajar berorganisasi, menyusun program kerja dan melatih jiwa kepemimpinan. Bahkan diluar ekspektasi kami mereka sudah bisa merencanakan berbagai program, mulai dari penanganan kasus perundungan hingga pengembangan ilmu pengetahuan. Kami ingin menjadikan siswa tidak hanya sebagai penerima pelajaran, tetapi juga aktif terlibat dalam pengembangan lingkungan sekolah,” tandas Ustadzah Norma.

Berita Terkait :  Unusa Kukuhkan Guru Besar Pendidikan Bahasa Indonesia

Ustadzah Norma, pentas seni ini diharapkan dapat menjadi tradisi yang terus memotivasi siswa untuk terus berkembang dalam bidang bakat, ilmu pengetahuan, serta akhlak yang sesuai dengan ajaran Agama Islam. [fen.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!