Oleh
Diyah Ayu
Kita semua pasti sudah tahu dengan istilah MBG yang ramai diperbincangkan rakyat Indonesia, yaitu Makan Bergizi Gratis. Program prioritas nasional yang dijalankan dan secara resmi ditetapkan oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo sejak 6 Januari 2025.
Program MBG diawasi dan dikoordinasikan secara langsung di bawah Badan Gizi Nasional (BGN) yang merupakan lembaga pemerintah dibentuk langsung oleh Presiden Republik Indonesia melalui Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024. Lembaga ini bertanggung jawab penuh atas kebijakan pemenuhan standar gizi anak Indonesia dalam komposisi menu. Selain itu juga BGN memastikan kualitas dan keamanan pangan dalam kelancaran pelaksanaan program tersebut.
Dibentuknya Program MBG bertujuan mulia, yakni untuk mengurangi angka malnutrisi dan stunting yang masih menjadi permasalahan serius di Indonesia, khususnya pada kelompok rentan. Kelompok tersebut meliputi balita, anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui. Kemudian memastikan bahwa kebutuhan gizi harian masyarakat terpenuhi, terutama di kalangan anak-anak dan ibu, sesuai dengan standar angka kecukupan gizi (AKG). Selain itu untuk meningkatkan prestasi belajar siswa melalui penyediaan makanan bergizi di sekolah.
Berita-Berita Miring MBG
Adanya program MBG, awalnya banyak siswa senang mendapatkan makanan gratis yang diadakan pemerintah, namun sayangnya beberapa bulan program berjalan perlahan-lahan bermunculan berita-berita bahwa siswa-siswa mengalami keracunan akibat mengonsumsi MBG, beberapa berita-berita miring tersebut dilansir dalam sebuah artikel Kasus Dugaan Keracunan MBG Terjadi di Yogyakartayang terbit pada 17 Oktober 2025memberitakanbahwa di Kota Yogyakarta terdapat kasus dugaan keracunan akibat program MBG. Data telah menyebutkan bahwa terdapat hampir 500 siswa diduga keracunan berasal dari sekolah SMA Negeri 1 Yogyakarta dan SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta. Dua sekolah tersebut mendapatkan pasokan MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sama yakni SPPG Wirobrajan.
Selain itu juga terdapat berita pada tanggal 13 Mei 2026 dalam artikel Keracunan Massal MBG di Surabaya, BGN dan Dinkes menemukan pelanggaran SOP, bahwa terdapat 200 siswa penerima program MBG di Surabaya mengalami keracunan massal karena diduga telah lalai dalam melakukan prosedur sesuai SOP yang ada.
Kasus-kasus pelanggaran SOP dalam pelaksanaan MBG salah satunya adalah tidak memberikan makanan yang layak bagi para siswa yang duduk dibangku sekolah. Sehingga membuat mereka keracunan. Hal ini disebabkan karena pihak SPPG dalam pembelian bahan baku melebihi dari waktu yang ditentukan maksimal dua hari sebelum didistribusikan. Kemudian tidak ada pengawasan ahli gizi di lokasi saat bahan baku datang maupun saat pengolahan sehingga mengakibatkan terlewatnya kontrol terhadap makanan. Intinya telah terjadi mal praktek dalam pelaksanaan program MBG.
Reaksi Masyarakat
Dari adanya pemberitaan-pemberitaan tersebut yang telah beredar di media sosial, membuat masyarakat prihatin dan geram atas pelaksanaan program MBG yang dibentuk oleh Pemerintah. Banyak rekasi dan komentar dari para netizen di Indonesia yang membandingkan dengan menu makanan yang dijual di supermarket-supermarket lebih enak, fresh, higinies, dan harga terjangkau dari pada menu MBG. Bahkan saking geramnya para netizen juga menyindir pelaksanaan program MBG dengan membuat dan merilis sebuah lagu berjudul MBG hingga lagu tersebut viral dan tembus masuk jajaran FYP di TikTok. Lagu tersebut merupakan singkatan dari Mas Bahlil Ganteng guna ditujukan kepada Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia.
Homunculus lagu tersebut bermula dari potongan video podcast Menteri Bahlil yang membahas panggilan “kanda” sehingga memicu komentar-komentar absurd dari warganet dan pelesetan jenaka. Akhirnya lagu tersebut ternotice oleh Bahlil Lahadalia. Seperti yang dialnsir pada media sosial, beliau meminta kepada Raffi Ahmad untuk membantu mencari sosok pembuat lagu viral MBG (Mas Bahlil Ganteng) karena beliau ingin memberikan apresiasi kepada sang pencipta lagu tersebut guna menghargai kreativitasnya sehingga dapat membuat lagu hingga ramai diperbincangan di media social.
Aksi yang dilakukan tidak hanya itu saja, bahkan para conten creator berlomba-lomba membuat konten menu MBG yang mereka buat dengan makanan yang lebih fresh, makanannya mengandung makanan yang bergizi. Sehingga dengan adanya fenomena ini mendapat kesan yang positive yaitu pihak BGN tidak melarang untuk mendokumentasikan konten tersebut, justru mendukung warganet untuk turut mengunggah fakta-fakta yang benar.
Program adanya pelaksanaan MBG, sebenarnya sudah bagus karena untuk mengurangi angka malnutrisi dan stunting yang masih menjadi permasalahan serius di Indonesia, namun terdapat kesalahan saat menjalankan program yang telah terjadi, sehingga terjadi malapraktik dalam program MBG yang merugikan Masyarakat. Dari kasus yang ada dapat dijadikan cermin untuk mengevaluasi diri bahwa dalam pengolahan makanan harus diawasi secara ketat oleh para ahli gizi. Kemudian saat pembelian bahan baku juga harus diawasi oleh pihak SPPG agar diperoleh bahan baku MBG yang benar-benar bagus segar dan higinies.
Selanjutnya sekolah-sekolah harus menyediakan tempat makan yang sekaligus tempat memasak makanan yang langsung dikonsumsi di tempat agar dapat menjaga kesegarannya. Kemudian peralatan makanan sebaiknya sediakan piring melamin bagi para siswa untuk mengambil makanan. Selain itu menu makanan sebaiknya dibuat bervasiasi agar siswa tidak bosan sekaligus untuk menggugah selera makan anak. Dan memiliki kandungan gizi tinggi yang bermanfaat bagi perkembangan tubuh para siswa. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah setelah para karyawan memasak, sampah-sampahnya harus dipisahkan antara sampah organic dan sampah anorganik guna mengurangi pencemaran lingkungan.
———— *** —————


