Jombang, Bhirawa – Semangat kebersamaan dan militansi kader ‘Aisyiyah dan Nasyiatul Aisyiyah tampak membara di penghujung pekan ini. Ketua Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Sukomanunggal, Ni’ma Ashri Nur Syafa’at, bersama para pimpinan dan kader Aisyiyah lainnya, mengikuti Perkemahan Baitul Arqom ‘Aisyiyah Kota Surabaya 2026.
Perkemahan pengkaderan ini diselenggarakan Sinergi Majelis Pembinaan Kader dan Majelis Kesejahteraan Sosial Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Surabaya. Bertempat di Muhammadiyah Training Center (MTC) PDM Kota Surabaya, Wonosalam, acara ini dilangsungkan selama dua hari pada Sabtu–Ahad, 7–8 November 2026 M / 26–27 Rabiul Awal 1448 H.
Mengusung tema besar ”Meneguhkan Ideologi, Menguatkan Solidaritas, Menciptakan Masyarakat Berkemajuan,” kegiatan ini dirancang untuk memperkuat fondasi ideologis sekaligus mempererat ikatan ukhuwah antar-kader perempuan Muhammadiyah.
Bagi Ni’ma Ashri Nur Syafa’at, keikutsertaannya dalam perkemahan ini menghadirkan pengalaman baru yang sangat berkesan. Berbeda dari forum formal biasanya, format perkemahan di alam terbuka memberikan warna tersendiri dalam proses penanaman nilai-nilai ideologi gerakan.
”Mengikuti Perkemahan Baitul Arqom ini memberikan kesan dan pengalaman baru yang luar biasa bagi saya. Suasana kebersamaan di alam terbuka Wonosalam tidak hanya menyegarkan fisik, tetapi juga membakar kembali semangat juang kita sebagai kader persyarikatan,” ungkap Ni’ma, Sabtu (7/11/2026).
Ni’ma menambahkan, interaksi intensif antar-peserta selama perkemahan mampu merajut keakraban yang lebih erat, melunturkan sekat-sekat administratif organisasi, dan meleburkan semangat kolektif dalam satu tujuan dakwah.
Di tengah dinamika zaman yang terus berubah, Ni’ma menyampaikan pesan penting kepada seluruh kader perempuan muda Muhammadiyah, agar senantiasa menjaga militansi dan konsistensi dalam berorganisasi. Menurut Ni’ma, ideologi Islam berkemajuan yang menjadi napas perjuangan ‘Aisyiyah dan Nasyiatul Aisyiyah harus terus diinternalisasikan ke dalam setiap lini gerakan sosial maupun kemasyarakatan.
”Solidaritas dan sinergi lintas majelis maupun Organisasi Otonom Muhammadiyah (Ortom) adalah kunci utama. Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Kekuatan Nasyiatul Aisyiyah dan ‘Aisyiyah terletak pada kebersamaan dan kekompakan barisan,” pesannya.
Menutup rangkaian kegiatan perkemahan ini, Ni’ma Ashri Nur Syafa’at menaruh harapan besar agar ilmu dan pengalaman yang didapatkan selama kemah di MTC Wonosalam dapat diimplementasikan secara nyata di tingkat cabang maupun ranting.
Ni’ma berharap, kegiatan semacam ini terus berlanjut sebagai wadah strategis untuk mencetak pimpinan-pimpinan perempuan yang tangguh, ideologis, dan peka terhadap persoalan sosial di sekitarnya.
”Harapan kami, sepulangnya dari perkemahan ini, para kader semakin termotivasi untuk menghadirkan kerja-kerja nyata yang solutif di tengah masyarakat, selaras dengan ikhtiar mewujudkan masyarakat berkemajuan di Kota Surabaya,” tandasnya penuh optimisme. [fen.kt]


