Pemprov Jatim, Bhirawa – Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPRKPCK) Provinsi Jawa Timur menutup rangkaian kegiatan tahun 2026 dengan Rapat Konsolidasi Akhir Tahun, Kamis 5 November 2026, di Gedung BBGTK, Kota Batu. Kegiatan tersebut menjadi forum evaluasi kinerja, penyamaan persepsi, serta persiapan pelaksanaan program dan pengelolaan keuangan pada Tahun Anggaran 2027.
Kepala DPRKPCK Jawa Timur Arif Endro Utomo menegaskan bahwa konsolidasi akhir tahun bukan sekadar forum penyampaian laporan pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, momentum ini penting untuk memastikan penyelesaian Tahun Anggaran 2026 sekaligus menyiapkan perencanaan yang lebih matang bagi Tahun Anggaran 2027.
“Kegiatan konsolidasi akhir tahun ini memiliki arti penting bagi kita semua, bukan sekadar sebagai forum untuk menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan, tetapi juga sebagai momentum untuk melakukan evaluasi, menyamakan persepsi, dan memastikan kesiapan pelaksanaan program serta pengelolaan keuangan dinas,” ujar Arif Endro Utomo dalam pernyataan tertulisnya kepada Bhirawa, Sabtu (7/11/2026) malam.
Dalam kesempatan itu, Arif meminta seluruh Kepala Bidang dan Kepala UPT menyampaikan paparan secara komprehensif mengenai rencana Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Tahun Anggaran 2026, perkembangan pelaksanaan program, capaian realisasi fisik dan keuangan, serta rencana kerja dan target realisasi pada 2027.
Ia menekankan bahwa paparan tidak boleh berhenti pada angka dan capaian administratif. Setiap bidang dan UPT diminta menggambarkan sejauh mana program yang dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam sektor perumahan, permukiman, dan cipta karya.
“Paparan tersebut hendaknya tidak hanya berisi angka dan capaian administratif, tetapi juga menggambarkan sejauh mana program dan kegiatan yang dilaksanakan telah memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegas Arif.
Kepala dinas juga meminta setiap permasalahan yang dihadapi disertai langkah penyelesaian yang jelas, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan. Identifikasi kegiatan yang telah berjalan sesuai target, kegiatan yang perlu dipercepat, serta kendala yang berpotensi menghambat pencapaian kinerja menjadi bagian penting dalam konsolidasi tersebut.
Tekanan percepatan menjadi relevan mengingat sisa waktu pelaksanaan program pada 2026 semakin terbatas. Dalam koordinasi sebelumnya, Arif pernah menegaskan bahwa sisa waktu pelaksanaan program hanya sekitar dua setengah hingga tiga bulan, sehingga seluruh pihak perlu bergerak lebih cepat dan tidak bekerja secara terpisah.
Dengan demikian, konsolidasi akhir tahun dianggap sebagai momen krusial untuk memastikan bahwa anggaran yang tersisa dapat dieksekusi secara efektif, tanpa mengorbankan kualitas program dan manfaatnya bagi masyarakat.
Untuk perencanaan Tahun Anggaran 2027, Arif meminta seluruh bidang dan UPT memastikan keselarasan antara target kinerja, kebutuhan anggaran, jadwal pelaksanaan, serta indikator keberhasilan yang telah ditetapkan.
Keselarasan ini, menurutnya, menjadi prasyarat untuk mendorong percepatan pembangunan daerah dan pencapaian sasaran prioritas pembangunan di Jawa Timur.
“Khusus untuk perencanaan Tahun Anggaran 2027, saya meminta agar seluruh bidang dan UPT memastikan keselarasan antara target kinerja, kebutuhan anggaran, jadwal pelaksanaan, serta indikator keberhasilan yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Arif menutup dengan menegaskan bahwa seluruh perangkat DPRKPCK Jawa Timur harus menjadikan konsolidasi ini sebagai komitmen bersama untuk mendukung pencapaian target pembangunan di sektor perumahan, permukiman, dan cipta karya.
“Guna mendorong percepatan pembangunan daerah dan pencapaian sasaran prioritas pembangunan di Provinsi Jawa Timur sehingga terwujud komitmen dan peran serta daerah dalam mendukung pencapaian target-target pembangunan di sektor perumahan permukiman dan cipta karya,” pungkasnya.
Dengan latar belakang tersebut, Rapat Konsolidasi Akhir Tahun menjadi titik penting untuk memastikan bahwa seluruh program tidak hanya tereksekusi secara administratif, tetapi juga benar-benar berdampak bagi masyarakat Jawa Timur. [aya.kt]


