27.1 C
Sidoarjo
Tuesday, November 3, 2026
spot_img

Trans Jatim Diminta Ekspansi ke Mojokerto–Jombang, Ada Potensi Wisata Religi dan Pesantren

Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Hidayat.

DPRD Jatim, Bhirawa. – Pengembangan layanan Bus Trans Jatim dinilai perlu terus diperluas untuk menjangkau kawasan strategis di Jawa Timur. Setelah beroperasinya Koridor II Malang Raya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim didorong segera merealisasikan konektivitas transportasi publik rute Mojokerto–Jombang.

Dorongan tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Hidayat. Menurutnya, Mojokerto dan Jombang memiliki potensi ekonomi, pariwisata, sejarah, hingga wisata religi yang besar. Namun, potensi tersebut perlu ditopang akses transportasi publik yang terintegrasi, nyaman, dan terjangkau.

Hidayat mengapresiasi peresmian operasional Bus Trans Jatim Koridor II Malang Raya yang menghubungkan Kota Malang dan Kabupaten Malang, Jumat (30/10/2026). Kehadiran koridor baru tersebut dinilai menjadi bukti komitmen Pemprov Jatim dalam memperkuat konektivitas antarwilayah.

Namun, ia berharap ekspansi Trans Jatim tidak berhenti di Malang Raya. Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim diminta mulai memprioritaskan pengembangan jalur Mojokerto–Jombang agar manfaat transportasi publik semakin dirasakan masyarakat.

“Pengembangan jalur Trans Jatim ke wilayah Mojokerto dan Jombang sangat krusial dan mendesak. Wilayah ini memiliki potensi ekonomi, pariwisata, dan keagamaan yang sangat besar, tetapi membutuhkan dukungan aksesibilitas publik yang terpadu,” ujar politisi Partai Gerindra tersebut.

Menurut Hidayat, ada sejumlah alasan strategis yang membuat rute Mojokerto–Jombang layak menjadi prioritas. Salah satunya adalah potensi wisata sejarah dan alam yang selama ini menjadi daya tarik wisatawan.

Berita Terkait :  Tingkatkan Kepuasan Pelanggan, Sharp Gandeng Aplikasi Vidio

Di Mojokerto, terdapat kawasan Trowulan yang menyimpan jejak kejayaan Kerajaan Majapahit. Sementara di Jombang, kawasan wisata alam Wonosalam menjadi salah satu destinasi unggulan yang memiliki daya tarik tersendiri.

Selain wisata sejarah dan alam, Jombang juga dikenal sebagai salah satu pusat wisata religi nasional. Kota Santri ini menjadi tujuan peziarah dari berbagai daerah karena keberadaan makam para pendiri Nahdlatul Ulama (NU) serta Presiden keempat RI, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

“Jombang juga memiliki kawasan pendidikan pesantren. Keberadaan puluhan pondok pesantren besar menciptakan mobilitas santri, wali santri, dan masyarakat yang sangat tinggi setiap harinya,” jelasnya.

Hidayat menilai, kehadiran Trans Jatim di jalur Mojokerto–Jombang akan memberikan manfaat lebih luas dibanding sekadar menyediakan alternatif angkutan umum.

Konektivitas tersebut berpotensi membuka akses wisata, mempermudah mobilitas masyarakat, sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi di sepanjang jalur yang dilalui.

Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pedagang lokal, serta sektor pariwisata juga berpeluang mendapatkan dampak positif dari meningkatnya pergerakan masyarakat.

Karena itu, ia menegaskan DPRD Jatim siap mendukung kebijakan maupun penganggaran yang diperlukan untuk memperluas jaringan layanan Trans Jatim.

“Kami di DPRD Jatim siap mendukung penuh penganggaran dan kebijakan agar perpanjangan serta perluasan rute Trans Jatim ini bisa segera terealisasi demi kemudahan mobilitas warga Jawa Timur,” pungkas legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Mojokerto–Jombang tersebut. [geh*]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!