Situbondo, Bhirawa – Bupati Situbondo, Mas Rio menegaskan pentingnya peran santri dan pondok pesantren dalam menghadapi dinamika global serta perkembangan zaman yang berbasis digital.
Hal tersebut disampaikannya dalam momentum peringatan Hari Santri, di mana santri dinilai memiliki hak istimewa dan posisi strategis dalam meneruskan perjuangan bangsa.
Ia menyampaikan bahwa santri tidak hanya belajar ilmu agama Islam, tetapi juga ditempa menjadi pejuang-pejuang bangsa dengan ilmu yang ditempa serta pengalaman yang terus ditingkatkan.
“Karakter santri-santri pejuang inilah yang turut membentuk dan menggagas republik Indonesia tercinta. Perkembangan zaman menunjukkan sebuah pola bahwa entitas apapun di dalam masyarakat, termasuk di pondok pesantren, juga harus responsif meresapi dan merasakan apa perubahan yang dihadapi secara global maupun di dalam level lokal,” ujarnya.
Mas Rio juga menyoroti bagaimana transformasi zaman digital mindset kini menjadi instrumen pokok dalam memajukan entitas komunitas, khususnya kaum santri yang harus mulai beradaptasi dengan ekosistem modern. “Pemerintah Kabupaten Situbondo mencatat ada sekitar 270 pondok pesantren di wilayah ini, yang menjadikan Situbondo sangat identik dengan sebutan “Kota Santri”, terangnya.
Di tengah ekonomi global yang penuh ketidakpastian (uncertainty), lanjut Mas Rio, penguatan kemandirian ekonomi melalui konsep santripreneur menjadi salah satu fokus utama. Semangat keteguhan perjuangan para santri di masa lalu kini ditransformasikan ke dalam bentuk keilmuan yang diperluas guna membangun ketahanan ekonomi di tingkat lokal.
“Sebagai langkah nyata mendukung kemandirian tersebut, Pemerintah Kabupaten Situbondo berencana menghadirkan program bantuan dan fasilitas penunjang, termasuk penyediaan kandang gratis bagi para anak muda dan santri yang ingin mengembangkan usaha peternakan ayam petelur ke depannya,” pungkas orang nomor satu di Situbondo itu. [awi.kt]




