Kota Batu, Bhirawa – Dalam upaya mengoptimalkan kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam memberikan pelayanan publik, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu segera mengisi kekosongan pucuk pimpinan yang saat ini masih terjadi di beberapa dinas. Hal ini dilakukan dengan menggelar Uji Kompetensi Teknis (Ujikom) Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama yang digelar hingga Selasa (13/10/2026) di Balai Kota Among Tani Batu.
Ada beberapa OPD Kota Batu yang saat ini pucuk pimpinannya atau kepala dinas saat ini masih dipegang Pelaksana Tugas (Plt). Di antaranya, Dindik, Satpol, Diskoperindag, Sekwan, BKAD, Dishub, BP2AP2KB. Dan dengan diselenggarakannya Uji Kompetensi ini Pemkot Batu memastikan kekosongan Jabatan Pimpinan ,Tinggi (JPT) Pratama bisa segera diisi dan berjalan objektif dan adil.
“Semua calon suksesor yang masuk dalam Kotak Talenta dari Eselon minimal III.b dan berada di Box 7, 8 atau 9 memiliki peluang yang sama untuk diberikan kesempatan menjadi Kepala Dinas melalui Uji Kompetensi Teknis” ujar Alfi Nuthidayat, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu, Selasa (13/10/2026).
Ia menjelaskan ada sebanyak 40 peserta ujikom yang merupakan hasil penyaringan ketat melalui sistem Manajemen Talenta sesuai amanat UU ASN Nomor 20 Tahun 2023. Mekanisme ini diterapkan guna memastikan transparansi, akuntabilitas, sekaligus menghapus celah praktik jual-beli jabatan di birokrasi Pemkot Batu.
“Semua punya peluang yang sama. Tidak ada yang diistimewakan. Kita pakai sistem merit. Siapa yang paling kompeten, dialah yang terpilih,” jelas Alfi Nurhidayat
Adapun dalam proses Uji Kompetensi Teknis, setiap peserta diminta untuk membuat makalah tematik, presentasi gagasan pembangunan, dan wawancara manajerial oleh Tim Komite Talenta Instansi (KTI)/ asesor yang berkompeten dibidangnya. Hasilnya akan menjadi dasar Wali Kota dalam menetapkan Kepala Dinas definitif.
“Ini bukan tentang kedekatan, tapi tentang kompetensi. Kami butuh Kepala Dinas yang kreatif, inovatif, dan punya semangat membangun Kota Batu dan mewujudkan Visi Misi Mbatu SAE alias Gagasan besar Walikota & Wakil Walikota Kota Batu,” tegas Alfi.
Kemudian seluruh rekapitulasi penilaian nantinya diserahkan kepada wali Kota Batu sebagai bahan pertimbangan utama dalam menentukan pejabat definitif.
Diketahui, para peserta yang lolos seleksi ini telah memenuhi kualifikasi ketat. Antara lain, berpendidikan minimal S1/D-IV, berpengalaman di posisi Administrator (Eselon III) atau Fungsional Ahli Madya setidaknya 2 tahun, serta memiliki rekam jejak jabatan relevan minimal 5 tahun.
Selain itu, peserta juga dibatasi berusia maksimal 56 tahun saat pengangkatan dan terdaftar pada Box Management Talenta. Dan melalui seleksi yang ketat ini, ia optimistis dapat melahirkan jajaran pimpinan yang visioner, handal, dan berintegritas tinggi dalam memberikan pelayanan publik kepada masyarakat. [nas.kt]






