Gresik, Bhirawa – Program Champion Goes to School (CGS) yang digagas Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jatim mampu membangkitkan semangat para siswa SDN 218 Gresik, mereka antusias untuk bisa meraih prestasi baik akademik maupun di bidang olahraga.
Agar para siswa maupun guru olahraga bisa mendapatkan ilmu, Dispora Jatim menghadirkan dua nara sumber yang kompeten di dibidangnya, yakni Ahmad Ali Wardhana dari cabang olarhaga atletik dan Winthaka Subiantosa untuk cabor Bola Voli. Keduaya adalah mantan atlet yang sudah banyak meraih juara.
Selain teori, para siswa juga langsung praktik dengan kedua pelatih tersebut, mereka begitu antusias untuk mengetahui gerakan dasar atletik maupun bermain bola voli. Untuk atletik dilaksanakan di lapangan sepak bola yang berada di belakang sekolah, sedangkan bola voli di halaman sekolah yang berada di Desa Domas Kecamatan Menganti itu.
Salah satu siswa Agustin Vita Loka mengaku senang mendapatkan ilmu dari mentor yang dihadirkan di Dispora Jatim, sebab ini menambah pengetahuannya untuk mendalami Cabor atletik agar ia lebih bisa meraih prestasi lebih tinggi.
Prestasi yang diraih Agustin Vita Loka cukup moncer, ia pernah meraih juara satu lari 60m pelajar SD se Kabupaten Gresik, kemudian juara dua frog jump SD-c Event East Java Youth and Kids atletik 2026 dan estafet 5×80m putri juara 2. “Saya senang banyak ilmu yang saya dapat dari Champion Goes to School, saya ingin meraih prestasi lebih tinggi untuk membanggakan orang tua,” katanya.
Selama ini Agustin bergabung dengan klub atletik Gladiator, ia berlatih empat kali dalam seminggu. “Latihannya di Gejos (Gelora Joko Samudro) dan di Cerme,” kata siswa yang duduk dikelas 6A itu.
Sementara itu, Kepala UPT SDN 218 Gresik, Mustajib, memberikan apresiasi penyelenggaraan CGS di sekolahnya. Menurutnya, kehadiran para pembina olahraga tersebut tidak hanya membakar semangat murid, tetapi juga menjadi pemantik inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di sekitarnya.
“Manfaatnya sangat besar bagi siswa. Program ini memotivasi anak-anak agar tumbuh semangat berolahraga serta terinspirasi untuk meraih prestasi. Kami berharap langkah ini juga bisa diikuti oleh sekolah-sekolah lain,” ujar Mustajib.
Berbekal dorongan dari program CGS, pihak SDN 218 Gresik berkomitmen untuk semakin gencar melakukan pemetaan dan pembinaan bakat olahraga. Jika sebelumnya pembinaan difokuskan pada siswa kelas tinggi, ke depan pencarian bibit unggul akan diperluas hingga ke kelas rendah demi mencetak regenerasi atlet secara berkelanjutan.
Hal yang sama juga diungkapkan Pengawas SD Kecamatan Menganti, Andik Suyono. Ia mengaku bangga karena SDN 218 Gresik menjadi pelopor dalam menghadirkan program Dispora Jatim tersebut di wilayah Menganti.
“Saya sangat salut dan bangga karena SDN 218 Gresik yang mengawali program CGS di Menganti. Yang paling membanggakan adalah para instruktur yang hadir merupakan pelatih dan atlet berkaliber nasional hingga internasional. Meski menyasar tingkat sekolah dasar, mereka tetap turun langsung memberikan pembinaan,” tutur Andik.
Melihat antusiasme dan dampak positif yang dihasilkan, Andik berencana untuk mendorong seluruh kepala sekolah di Kecamatan Menganti agar dapat mengadopsi langkah serupa. Ia berharap kolaborasi bersama Dispora Jatim dapat berlanjut dan merambah ke sekolah dasar lainnya. [wwn]


