31 C
Sidoarjo
Monday, September 28, 2026
spot_img

Jokowi Tunjukkan KTA PSI, Indostrategi: Babak Baru Perang Terbuka dengan PDIP

Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menunjukkan KTA Partai Solidaritas Indonesia di hadapan kader PSI dalam Rakorda PSI di Kota Bandung, Sabtu (26/9/2026).

Jakarta, Bhirawa. – Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) secara terbuka menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di hadapan kader PSI dalam agenda Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI Kota Bandung, Sabtu (26/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menegaskan bahwa dirinya telah menjadi bagian dari keluarga besar PSI sejak 14 Oktober 2025. Ia juga menunjukkan KTA yang dimilikinya sebagai penegasan atas status keanggotaannya di partai tersebut.

Momentum tersebut dinilai menjadi perkembangan penting dalam dinamika politik nasional. Selama ini, status hubungan politik Jokowi dengan PSI menjadi perhatian publik, terutama setelah muncul sejumlah indikasi kedekatan antara Jokowi dan partai yang kini dipimpin oleh putranya, Kaesang Pangarep.

Direktur Riset IndoStrategi Research Intelligence, Ali Noer Zaman, menilai keterbukaan Jokowi mengenai status keanggotaannya di PSI memiliki konsekuensi politik yang signifikan.

“Keterbukaan Jokowi perihal partai politik yang menjadi kendaraannya menunjukkan ia tidak canggung lagi untuk berhadapan langsung dengan PDIP. Hal tersebut sekaligus menjadi babak baru perang terbuka antara Jokowi dengan PDIP,” kata Direktur Riset IndoStrategi Ali Noer Zaman di Jakarta, Senin (28/09/2026).

“Kemungkinan rekonsiliasi antara kedua pihak semakin mustahil. Dengan menunjukkan keanggotaan, Jokowi bisa secara total berkampanye memperjuangkan PSI untuk lolos ke parlemen. Ia tidak perlu lagi bermain politik dari balik layar.” Pungkasnya.

Berita Terkait :  Gus Salam Sebut Tambakberas Jombang Akar Sejarah Lahirnya NU

Dengan demikian, penampakan KTA PSI oleh Jokowi bukan sekadar simbol administratif keanggotaan. Momentum tersebut memperjelas afiliasi politik Jokowi sekaligus membuka fase baru dalam konfigurasi hubungan politik antara Jokowi, PSI, dan PDIP.

Ali memandang perkembangan ini perlu dicermati sebagai bagian dari dinamika politik nasional yang akan terus berkembang, khususnya menjelang agenda politik dan konsolidasi partai pada periode berikutnya. [ira.hel].

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!