31 C
Sidoarjo
Monday, September 28, 2026
spot_img

Muhadhoroh Ammah di Tebuireng Jombang Hadirkan Tokoh Palestina dan Ulama

Jombang, Bhirawa – Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng, Jombang menjadi ruang perjumpaan para ulama, tokoh Palestina, dan masyarakat dalam acara Muhadhoroh Ammah yang digelar pada Minggu (27/09/2026).

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah tokoh penting. Di antaranya Duta Besar Palestina untuk Republik Indonesia, Abdulfattah A.K. Al-Sattari, Imam Besar Masjid Al-Aqsa Palestina, H.E. Sheikh Mohammad A.M. Hussein, Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang sekaligus Ketua Umum PBNU, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, serta Penasihat Presiden Palestina Bidang Keagamaan, H.E. Dr. Mahmoud S.A. Al-Habash.

Muhadhoroh Ammah menjadi momentum penting untuk mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam suasana keilmuan, keumatan, dan kemanusiaan.

Pertemuan tersebut diharapkan membuka ruang dialog yang lebih luas mengenai kondisi Palestina, peran umat Islam, serta pentingnya menjaga persaudaraan antarbangsa.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pertemuan dengan Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng di Ndalem Kasepuhan Pesantren Tebuireng, kemudian berziarah di Maqbaroh Hadratussyeikh KH. M. Hasyim Asy’ari dan dilanjutkan dengan sarasehan serta dialog bersama para tokoh Palestina dan ulama.

Pertemuan di Pesantren Tebuireng ini tidak hanya dimaknai sebagai forum silaturahmi, tetapi juga sebagai ruang untuk memperkuat kesadaran bersama mengenai nilai-nilai kemanusiaan, perdamaian, keadilan, dan penghormatan terhadap hak-hak bangsa Palestina.

KH Abdul Hakim Mahfudz menegaskan pentingnya ukhuwah islamiah dan peran pesantren menjadi ruang terbuka bagi dialog dan penguatan kepedulian terhadap berbagai persoalan kemanusiaan.

Berita Terkait :  Penuhi Gizi Lansia, Sajikan Menu Sehat dan Bervariasi

Kehadiran tokoh-tokoh Palestina di Tebuireng sekaligus menjadi kesempatan bagi masyarakat Indonesia untuk mendengar langsung perspektif dan pengalaman dari para tokoh yang berada dekat dengan persoalan Palestina.

Pesantren Tebuireng sendiri menegaskan komitmennya untuk terus mempererat tali silaturahmi serta kerja sama lintas negara, khususnya dengan Palestina.

Komitmen ini merupakan bentuk konsistensi dalam meneladani jalur perjuangan Pendiri Nahdlatul Ulama (NU), Hadratussyaikh KH M. Hasyim Asy’ari.

Gus Kikin menyampaikan bahwa KH. Hasyim Asy’ari tidak hanya mengabdikan hidupnya untuk dakwah keagamaan dan perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi juga memiliki wawasan geopolitik Islam yang kuat serta solidaritas internasional yang tinggi.

“Solidaritas untuk Palestina bukan hal baru bagi Tebuireng dan Nahdlatul Ulama. Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari telah meneladankannya sejak masa-masa awal perjuangan,” kata Gus Kikin.

“Beliau memelopori pembacaan Qunut Nazilah secara konsisten untuk mendoakan keselamatan rakyat Palestina, sebuah tradisi spiritual dan solidaritas yang terus kita jaga hingga hari ini,” ujar Gus Kikin.

Gus Kikin juga menjelaskan, Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia di mana mayoritas merupakan warga Nahdliyin memiliki tanggung jawab moral dan strategis untuk mengambil peran aktif di panggung internasional.

Oleh karena itu, penguatan hubungan internasional, terutama di bidang pendidikan dan kebudayaan, menjadi langkah krusial untuk masa depan lembaga pendidikan Islam di Indonesia.

Berita Terkait :  Naikkan PHBS Cegah Penyakit Jangkit Generasi Muda Kota Batu

Sementara itu, kehadiran Imam Besar Masjid Al-Aqsa serta Penasihat Presiden Palestina Bidang Keagamaan memberikan dimensi keagamaan yang kuat dalam forum tersebut.

Masjid Al-Aqsa bukan hanya memiliki kedudukan penting bagi umat Islam, tetapi juga menjadi bagian dari sejarah dan identitas bangsa Palestina. [rif.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!