31 C
Sidoarjo
Wednesday, September 23, 2026
spot_img

Gus Fawait Dorong Solusi Distribusi Jangka Panjang

Bupati Jember, Muhammad Fawait menemui pengendara Ojol saat antre di SPBU, Jumat (11/9/2026).

Pemkab Jember Bergerak Cepat Atasi Kelangkaan BBM

Pemkab Jember, Bhirawa. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember bergerak cepat menghadapi gangguan pasokan bahan bakar minyak (BBM) yang sempat memicu antrean panjang di sejumlah SPBU. Berbagai langkah terukur dilakukan untuk memastikan distribusi kembali normal sekaligus menjaga aktivitas masyarakat tetap berjalan.

Bupati Jember, Muhammad Fawait yang akrab disapa Gus Fawait, mengatakan gangguan pasokan BBM kali ini tidak terlepas dari hambatan pada jalur distribusi menuju pelabuhan yang berdampak pada pengiriman BBM ke sejumlah daerah, mulai Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Jember hingga Lumajang.

Menurut Gus Fawait, kondisi tersebut bukan pertama kali terjadi. Gangguan serupa bahkan sudah beberapa kali berdampak terhadap ketersediaan BBM di Jember.

“Ini sudah ketiga kalinya terjadi di Jember akibat hambatan pada rantai distribusi,” ujar Gus Fawait, Jumat (11/9/2026).

Menghadapi kondisi tersebut, Pemkab Jember tidak tinggal diam. Koordinasi dengan pihak terkait terus dilakukan agar pasokan BBM segera kembali normal dan antrean kendaraan dapat ditekan.

Gus Fawait juga mendorong agar sistem distribusi BBM ke depan semakin adaptif. Ketika terdapat indikasi gangguan pada jalur utama, pasokan diharapkan dapat segera dialihkan dari titik distribusi alternatif, seperti Surabaya, Malang maupun Gresik.

“Jangan menunggu sampai terjadi kelangkaan. Ketika sudah terlihat ada hambatan distribusi, harus segera dilakukan mitigasi dan pengalihan pasokan,” tegasnya.

Berita Terkait :  Unesa-Undip Perkuat Pencegahan Kekerasan di Kampus Era Digital

Belajar dari Distribusi LPG

Gus Fawait menilai pola distribusi LPG dapat menjadi salah satu contoh penanganan yang responsif. Ketika jalur distribusi dari Banyuwangi mengalami gangguan, suplai LPG ke Jember dapat segera dialihkan dari wilayah Surabaya dan Gresik sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Pola serupa, menurutnya, perlu diterapkan dalam distribusi BBM. Dengan skema distribusi alternatif yang lebih fleksibel, gangguan di satu jalur tidak serta-merta berdampak besar terhadap ketersediaan BBM di Jember.

Pemkab Jember pun menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pasokan BBM di daerah.

Salah satunya adalah mendorong reaktivasi depo BBM lokal di Jember. Keberadaan depo tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap satu titik pasokan, khususnya Depo Banyuwangi.

“Kami mengusulkan reaktivasi depo di Jember agar suplai tidak bergantung penuh pada Depo Banyuwangi,” kata Gus Fawait.

WFH dan PJJ Jadi Langkah Cepat Redam Kepadatan

Di tengah gangguan pasokan, Pemkab Jember juga mengambil langkah cepat dari sisi mobilitas masyarakat.

Gus Fawait menginstruksikan penerapan work from home (WFH) bagi ASN serta pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring bagi sekolah-sekolah di bawah naungan Pemkab Jember, Cabang Dinas, maupun Kementerian Agama.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi mobilitas kendaraan sekaligus membantu mengurai kepadatan lalu lintas dan antrean di sejumlah SPBU.

Langkah intervensi tersebut dinilai membantu menekan kepadatan, terlebih setelah pasokan fisik BBM dari Pertamina kembali pulih.

Berita Terkait :  Pj Wali Kota Malang Bertekad Tuntaskan Banjir di Kedungkandang

Kebijakan WFH dan PJJ dijadwalkan berlangsung hingga akhir pekan. Pemkab Jember berharap aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal pada awal pekan berikutnya seiring membaiknya distribusi BBM.

Jember Butuh Sistem Distribusi yang Lebih Tangguh

Bagi Pemkab Jember, persoalan BBM bukan sekadar soal antrean di SPBU. Dengan wilayah yang luas dan jumlah penduduk sekitar 2,6 hingga 2,7 juta jiwa, ditambah tingginya mobilitas masyarakat, mahasiswa dan pendatang, ketersediaan energi menjadi bagian penting dalam menopang aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

Karena itu, Pemkab Jember akan menyampaikan surat resmi kepada Pertamina Pusat dan pemerintah pusat sebagai bagian dari upaya mencari solusi jangka panjang.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bentuk komitmen Pemkab Jember untuk memastikan persoalan distribusi BBM tidak berulang dengan dampak yang sama.

Dengan koordinasi lintas pihak, penguatan jalur distribusi alternatif, serta rencana reaktivasi depo BBM lokal, Pemkab Jember mendorong terciptanya sistem pasokan yang lebih kuat, cepat beradaptasi dan mampu mengantisipasi gangguan distribusi.

Bagi Gus Fawait, pelayanan kepada masyarakat tidak cukup hanya dilakukan ketika persoalan muncul. Yang lebih penting adalah membangun sistem yang mampu mencegah persoalan serupa kembali terjadi. (geh*)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!