Bojonegoro, Bhirawa – Para pelajar di Kabupaten Bojonegoro kini semakin dimudahkan dalam mobilitas menuju dan pulang sekolah melalui program Angkutan Pelajar Gratis (APG). Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Perhubungan (Dishub) terus memperkuat komitmen menghadirkan akses transportasi pendidikan yang aman, selamat, nyaman, dan inklusif.
Program APG tidak hanya memfasilitasi kebutuhan transportasi harian pelajar, tetapi juga menjadi salah satu upaya menekan risiko kecelakaan lalu lintas, khususnya yang melibatkan pelajar usia sekolah.
Kepala Bidang Angkutan Dishub Bojonegoro, Evie Octavia Marini, menyampaikan bahwa pada 2026 program APG didukung 111 armada dan 111 pengemudi. Layanan tersebut menjangkau 10.442 pelajar dari 152 sekolah yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Bojonegoro.
Selain mendukung keselamatan pelajar di jalan, keberadaan APG juga memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga. Program tersebut secara langsung membantu mengurangi beban pengeluaran harian orang tua untuk biaya transportasi anak ke sekolah.
“Program ini juga efektif menekan penggunaan kendaraan bermotor pribadi oleh pelajar di bawah umur yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM),” ujar Evie, Kamis (10/9/2026).
Untuk memastikan pemerataan akses, layanan APG menjangkau sejumlah titik strategis dan jalur penghubung antarkecamatan. Di antaranya jalur utama Bojonegoro–Padangan,Bojonegoro–Temayang, Bojonegoro–Baureno,dan Bojonegoro–Kota.
Sementara jalur antarkecamatan meliputi Kalitidu–Ngasem, Tambakrejo–Padangan, Sumberrejo–Kedungadem, Balen–Sugihwaras,Baureno–Kepohbaru, Purwosari–Tambakrejo, Trucuk–Malo, serta Margomulyo–Ngraho.
Dishub Bojonegoro juga membuka peluang pengembangan dan penambahan jalur secara berkelanjutan. Ekspansi layanan akan disesuaikan dengan dinamika kebutuhan serta permintaan masyarakat di lapangan.
Evie menegaskan, peningkatan kualitas layanan menjadi perhatian utama Dishub. Evaluasi operasional dilakukan secara berkala untuk memastikan moda transportasi tersebut tetap aman dan layak digunakan.
Pemantauan meliputi jumlah keterangkatan penumpang, ketepatan waktu operasional, kelaikan armada, hingga pemetaan terhadap kebutuhan rute baru.
“Kami ingin memastikan setiap anak di Bojonegoro bisa pergi dan pulang sekolah dengan tenang, aman, nyaman, dan selamat. Angkutan Pelajar Gratis bukan sekadar fasilitas transportasi, melainkan investasi daerah untuk mendukung kelancaran pendidikan generasi emas penerus Bojonegoro,” tegasnya.
Melalui optimalisasi operasional dan evaluasi secara berkelanjutan, Pemkab Bojonegoro optimistis program APG dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya ekosistem transportasi publik yang tertib, aman, selamat, dan berkelanjutan. [bas.kt]


