27 C
Sidoarjo
Thursday, September 10, 2026
spot_img

Mengakselerasi PLTS Atap di Jawa Timur

Sebagai warga yang tinggal di kawasan Jambangan, Kota Surabaya, saya merasakan betul bagaimana dinamika perubahan iklim global kian nyata memengaruhi kehidupan sehari-hari kita di Jawa Timur. Suhu udara perkotaan yang semakin menyengat serta ketergantungan kita yang masih sangat tinggi pada energi fosil adalah sinyal kuat bahwa kita tidak bisa lagi menunda transisi energi. Salah satu solusi paling konkret dan mendesak untuk segera diakselerasi di provinsi kita adalah pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap.

Jawa Timur memiliki potensi energi surya yang sangat melimpah. Wilayah kita menerima paparan sinar matahari yang optimal sepanjang tahun. Sayangnya, pemanfaatan ruang vertikal seperti atap gedung perkantoran, fasilitas umum, pusat perbelanjaan, pabrik, hingga rumah tangga untuk memanen energi bersih ini masih tergolong minim. Padahal, PLTS Atap adalah solusi paling efisien karena tidak memerlukan pembebasan lahan yang sering kali memicu konflik sosial dan memakan biaya besar.

Urgensi pengembangan PLTS Atap di Jawa Timur setidaknya didorong oleh tiga faktor utama. Pertama, ketahanan energi daerah. Dengan beralih ke energi surya, kita mengurangi beban jaringan listrik konvensional dan menekan emisi karbon secara signifikan. Kedua, daya saing ekonomi. Bagi sektor industri dan pelaku usaha di Jatim, penggunaan PLTS Atap dapat memangkas biaya operasional listrik dalam jangka panjang sekaligus memenuhi tuntutan pasar global yang kini memprioritaskan produk ramah lingkungan (green industry). Ketiga, demokratisasi energi. PLTS Atap memberikan kesempatan bagi masyarakat urban untuk tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen energi bersih (prosumer).

Berita Terkait :  DPRD Surabaya Ungkap Sejarah Kelam Eigendoms Verponding

Namun, akselerasi ini tidak akan terwujud tanpa regulasi yang suportif. Kita membutuhkan kebijakan daerah yang mempermudah proses perizinan, skema insentif yang menarik bagi komersial maupun rumah tangga, serta sinergi yang kuat antara Pemprov Jatim, PLN, dan sektor swasta. Kebijakan net-metering yang adil dan kuota pengembangan yang transparan sangat dinantikan oleh masyarakat yang ingin berkontribusi langsung.

Fatimatuz Zahra
Warga Jambangan, Kota Surabaya.

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!