Sidoarjo, Bhirawa. – Masyarakat Kabupaten Sidoarjo diminta segera melaporkan kepada Dinas Lingkingan Hidup dan Kebersihan (DLHK ) Sidoarjo, apabila melihat di sekitarnya ada pohon yang akarnya keropos, batang miring, dan banyak cabang di pinggir jalan raya. “Karena pohon seperti itu berpotensi roboh dan dikhawatirkan menimpa orang di sekitarnya,” kata Kepala DLHK Sidoarjo, Arif Mulyono SSTP MAP, belum lama ini.
Laporan penanganan pohon untuk bisa dipotong maupun sekedar dikepras saja, kepada DLHK Sidoarjo, kata Arif, banyak sekali. Mulai warga, pihak desa sampai kecamatan. Arif menegaskan silakan saja warga warga Sidoarjo melaporkan, karena itu sebagai bentuk pelayanan publik. Dan yang terpenting, pelayanan itu gratis tidak dipungut biaya sama sekali. DLHK Sidoarjo akan segera menurunkan tim kepras untuk melakukan pemeliharaan dan perapian pohon. Ada dua tim kepras yang dilengkapi kendaraan skylift dan truk angkut.
Dua tim tersebut , kata Arif, dipencar untuk menangani pohon-pohon yang mengkhawatirkan rawan tumbang diseluruh penjuru wilayah Kabupaten Sidoarjo. Tetapi DLHK Sidoarjo sendiri punya jadwal rutin sendiri dalam melakukan pemeliharaan pohon diseluruh ruas jalan di Sidoarjo. Seperti di jalan-jalan protokol yang padat lalu lintas kendaraan. Di antaranya di jalan Gading Fajar Sidoarjo dan Jalan Kalijaten Taman. “Laporan masyarakat menjadi perhatian utama kami, tapi maaf bila agak lama, karena pengajuan pengeprasan pohon ini sangat banyak,” ujarnya.
Proses pemotongan pohon ini, kata Arif, kadang butuh waktu agak lama, sebab berdekatan dengan kabel listrik. Penanganannya harus ekstra hati-hati. “Pemotongan pohon dengan kondisi seperti itu tidak bisa dilakukan dengan cepat. Butuh waktu yang cukup lama, untuk memastikan betul-betul aman bagi petugas saat memotong,” jelas mantan staf ahli Bupati Sidoarjo ini.
Di Kabupaten Sidoarjo ada beberapa titik yang pohonnya rawan tumbang pas hujan dan angin kencang. Diantaranya jenis Trembesi, dan angsana serta beringin meski cabangnya besar , tetapi kalau lapuk di dalam batang rawan patah.
Kalau ada pohon tumbang di Wilayah Sidoarjo, diakui Arif, pihaknya sering dibantu OPD terkait. Misalnya dari BPBD dan Satpol PP Sidoarjo. Tetapi semuanya punya peran masing-masing. DLHK Sidoarjo tugas utama pemotongan, pemangkasan, dan evakuasi pohon. Badan Penanggulangan Bencana Daerah, melakukan assessment lokasi, evakuasi korban, pengamanan area, alat berat, sedangkan Satpol PP, pengamanan lalu lintas, sterilisasi lokasi, bantu pengalihan arus, juga ikut memotong pohon yang tumbang.
Disarankan, saat hujan dan angin kencang, jangan sampai berteduh di bawah pohon.Kenapa bahaya? Ada pohon tumbang, dahan patah,kesetrum listrik, dan resiko tersambar petir. Tempat aman saat hujan, disarankan berteduh di minimarket, halte, teras rumah/toko, parkir motor/mobil jauh dari pohon besar & papan reklame. Bila berjalan kaki pilih jalur yang gak banyak pohon rindang. Dan saat di rumah cabut colokan elektronik antisipasi ada petir.[kus.ca]


