Jombang, Bhirawa – Sebanyak 70 pelajar di Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang diduga mengalami keracunan usai menyantap atau mengkonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (2/9/2026). Dari 70 pelajar tersebut, 7 di antaranya harus menjalani rawat inap di Puskesmas Kabuh.
Dokter Puskesmas Kabuh, Jombang, Dokter Aditya Bimantara menjelaskan, 70 pelajar itu mengalami gejala perut melilit.
“Perutnya melilit, hanya beberapa yang diare. Diarenya rata-rata tiga kali, tidak ada sampai lebih lima kali. Diarenya cair,” terang Dokter Adit, Kamis (3/9/2026).
“Tadi dari 70 siswa, ada tujuh sampai saat ini, terdiri dari enam siswi, dan satu siswa, kita infus, kita kamarkan di Puskesmas, karena memang tidak bisa menahan nyeri perutnya. Melilit terus, dan masih diare tadi pagi,” jelasnya.
Sementara sekitar 63 pelajar lainnya kata dia, sudah dipulangkan karena hanya merasakan mual dan perut melilit.
“Tapi masih bisa ditahan, masih bisa makan minum,” ujar dia.
Dokter Adit melanjutkan, meski 7 pelajar harus menjalani rawat inap, namun demikian, mereka tidak sampai dirujuk ke rumah sakit.
“Kita masih observasi, kondisinya stabil. Baik tensi maupun nadinya stabil. Dan tidak ada yang sampai istilahnya kejang-kejang. Sadar semua pasiennya,” ungkapnya.
Dokter Adit sempat menanyakan kepada para pelajar tentang makanan dari MBG, makanan apa yang rasanya tidak enak, dan kebanyakan jawabannya adalah udang.
“Saya rasa ini masih kemungkinan ya, kita masih perlu investigasi lagi untuk makanannya seperti apa,” tuturnya.
Salah seorang pelajar SMPN 1 Kabuh, Jombang yang dirawat, Theofilus menuturkan, dia merasakan mual dan pusing sejak Rabu malam (2/9/2026).
“Karena habis makan MBG. Yang bau itu udangnya. Rasanya biasa saja, tapi baunya agak gimana, kayak amis,” tutur Theofilus.
Theofilus sendiri waktu itu makan lebih dari 5 biji udang. “Punya teman-teman juga, jadi lebih dari lima,” kata Theofilus.
Sementara pelajar SMPN 1 Kabuh, Jombang lainnya yang juga dirawat, Elena Lukitaningsari menuturkan, dirinya mengalami mual dan pusing sejak Rabu sore (2/9/2026) setelah makan makanan MBG dengan lauk udang.
“Agak asam (rasanya). Ada kotorannya. Cuma makan satu,” tutur Elena.
Sementara itu, Kepala SPPG Mangunan Kabuh, Cakra Fikri F menjelaskan, pihaknya curiga terhadap udang pada menu MBG.
“Datangnya H-1 sebenarnya. Juknisnya datangnya harusnya H-1. Kalau masaknya sudah sesuai SOP. Tidak melebihi batas wajarnya,” ujar dia.
Lebih lanjut dia menjelaskan, menu yang disiapkan waktu itu adalah Udang Saus Padang, ditambab pepaya, sayur tumis dan tahu dengan penerima manfaat sebanyak 2.899.
Namun demikian kata dia, pihak yang melaporkan adanya indikasi keracunan hanya dari pihak SMPN 1 Kabuh, Jombang. Di SMPN 1 Kabuh, Jombang, sebanyak 689 menerima program MBG. “Ini masih diusut, kenapa kok cuma SMP saja, masih kita usut dari lab (laboratorium), masih dites,” pungkas Cakra Fikri. [rif.kt]

