Sampang, Bhirawa – Sedikitnya 78 Desa di Kabupaten Sampang, masuk katagori kekeringan mulai berdampak tahun 2026 ini. Berdasarkan pemetaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang, 78 Desa Tersebut tersebar di 12 kecamatan di Kabupaten Sampang.
BPBD Kabupaten Sampang melalui Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan dan Logistik, Mohammad Hozin, menyebutkan 78 Desa, tersebar di 12 kecamatan tersebut menjadi wilayah prioritas dalam penanganan kekeringan, terutama untuk pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat, Kamis (13/8/26).
“Guna mendukung penanganan kekeringan tersebut, BPBD Sampang menyiapkan anggaran sekitar Rp75 juta yang bersumber dari APBD Kabupaten Sampang,” ujarnya saat dikonfirmasi mengenai sumber anggaran tersebut.
Hozin menyampaikan, pendistribusian atau dropping air bersih kepada masyarakat terdampak akan segera dilaksanakan. Namun, pelaksanaannya diperkirakan dilakukan setelah 17 Agustus 2026.
“Adapun lokasi 78 desa yang masuk kategori kekeringan kritis, BPBD Sampang akan memprioritaskan distribusi air bersih ke wilayah yang membutuhkan. Penyaluran nantinya disesuaikan dengan kondisi dan tingkat kebutuhan masing-masing wilayah,” jelasnya.
Dikatakan Hozin, Berdasarkan pemetaan BPBD, masih terdapat wilayah yang belum masuk kategori kekeringan kritis. Namun, pemantauan terhadap kondisi di lapangan tetap dilakukan untuk mengantisipasi perkembangan dampak musim kemarau.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya akses air bersih, tetap terpenuhi selama musim kemarau. [lis.kt]


