28.3 C
Sidoarjo
Thursday, August 13, 2026
spot_img

Ekspedisi 81 Arjuno, Dishut Jatim Libatkan Lebih dari 500 Orang

Dishut Jatim, Bhirawa – Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Jawa Timur akan melibatkan lebih dari 400 orang dalam Ekspedisi 81 Puncak Gunung Arjuno. Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus membawa misi strategis konservasi, pemulihan ekosistem, perlindungan satwa liar, serta pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Ekspedisi tersebut juga menjadi wujud komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa untuk menghadirkan semangat kemerdekaan melalui aksi nyata menjaga hutan sebagai penyangga kehidupan.

Kadishut Jatim Jumadi mengatakan, Ekspedisi 81 dijadwalkan secara resmi diberangkatkan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada Sabtu (15/8/2026). Tim ekspedisi terdiri atas lebih dari 500 peserta yang mewakili sembilan unsur dan 41 lembaga, instansi, maupun komunitas.

“Jumlahnya lebih dari 500 orang. Saat ini masih kami data, berasal dari sembilan unsur dan 41 entitas,” kata Jumadi.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut mencerminkan semangat gotong royong dalam menjaga kawasan hutan. Pemerintah, TNI-Polri, dunia usaha, perguruan tinggi, pegiat lingkungan, komunitas pendaki, dan masyarakat akan bergerak bersama membawa pesan bahwa kelestarian hutan merupakan tanggung jawab bersama.

Puncak kegiatan akan ditandai dengan upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Puncak Gunung Arjuno yang berada pada ketinggian 3.339 meter di atas permukaan laut (mdpl). Upacara dijadwalkan dipimpin Komandan Ekspedisi sekaligus Inspektur Upacara, Kapoksahli Kodam V Brawijaya, Brigadir Jenderal Dr. Singgih Pambudi Arianto.

Berita Terkait :  Dosen ITS Dilantik Jadi Wakil Kepala BPS RI

Salah satu momentum utama ekspedisi adalah pengibaran bendera Merah Putih sepanjang 81 meter. Bendera tersebut akan dibawa dan dibentangkan dalam perjalanan menuju Puncak Arjuno sebagai simbol persatuan, ketangguhan, serta kecintaan kepada Indonesia dan alamnya.

Ekspedisi ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Para peserta juga akan melakukan aksi sapu bersih sampah di sepanjang jalur pendakian. Upaya pemulihan ekosistem dilakukan melalui penanaman bibit pohon dengan jenis dan lokasi penanaman yang disesuaikan dengan karakteristik ekosistem Gunung Arjuno, antara lain cemara gunung dan tanaman ficus.

Jumadi menjelaskan, agenda pemulihan ekosistem akan diawali dengan penanaman secara simbolis oleh perwakilan unsur pendaki dan dilanjutkan dengan penanaman di sepanjang jalur pendakian oleh seluruh peserta ekspedisi pada lokasi yang telah ditentukan.

“Pada 16 Agustus akan ada apel pemberangkatan tim Ekspedisi 81 dari obyek wisata alam pemandian Cangar, penanaman simbolis dan penanaman oleh semua peserta ekspedisi di sepanjang jalur  pendakian dalam rangka pemulihan ekosistem,” ujarnya.

Setelah bermalam di kawasan Lengkehan, peserta dijadwalkan melanjutkan perjalanan menuju Pasar Dieng untuk mengikuti upacara bendera pada 17 Agustus 2026. Setelah upacara, tim akan membentuk formasi 81 dan membentangkan bendera sepanjang 81 meter dalam perjalanan menuju puncak Gunung Arjuno.

Gunung Arjuno dipilih karena memiliki posisi strategis dalam pengelolaan kawasan hutan Jawa Timur. Selain menjadi salah satu gunung tertinggi di Jawa Timur, kawasan tersebut merupakan penyangga ekologis yang penting bagi wilayah sekitarnya. Gunung Arjuno juga memiliki kekayaan budaya dan sejarah yang tercermin dari penamaan sejumlah lokasi di sepanjang jalur pendakian yang berkaitan dengan cerita pewayangan.

Berita Terkait :  SPMB SMA Jalur Domisili Prioritaskan Nilai Akademik Baru Kemudian Jarak

Ekspedisi 81 mengusung tema “Merawat Hutan, Mencegah Kebakaran, Menjaga Kehidupan, Menguatkan Indonesia.” Tema tersebut menegaskan bahwa mencintai Indonesia harus diwujudkan dengan merawat sumber daya alam, mencegah kerusakan hutan, dan memastikan keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.

Dishut Jatim juga menaruh perhatian terhadap perlindungan satwa liar. Kawasan Gunung Arjuno menjadi habitat berbagai jenis satwa, termasuk elang Jawa dan lutung Jawa, yang keberadaannya perlu dijaga dari ancaman perburuan serta gangguan aktivitas manusia.

“Untuk melindungi dari perburuan, kita lakukan edukasi dan penindakan hukum,” jelas Jumadi.

Menurutnya, petugas masih menemukan indikasi aktivitas perburuan di kawasan hutan, termasuk bekas jeratan satwa. Karena itu, patroli, pengawasan, edukasi kepada masyarakat, serta penegakan hukum akan terus diperkuat.

Masyarakat sekitar kawasan juga ditempatkan sebagai bagian penting dalam perlindungan hutan. Mereka dilibatkan dan diberdayakan sebagai pemandu wisata, anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) serta Masyarakat Mitra Polhut (MMP), sehingga memperoleh manfaat ekonomi sekaligus berperan dalam mencegah kebakaran dan menjaga keamanan kawasan.

“Kalau masyarakat sekitar, kita berdayakan menjadi pemandu wisata, Masyarakat Peduli Api dan Masyarakat Mitra Polhut,” katanya.

Rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI juga akan dilaksanakan di sejumlah kawasan lain dalam pengelolaan Tahura R. Soerjo. Lokasi tersebut antara lain Bukit Watujengger dengan ketinggian 1.100 mdpl, Bukit Cendono 1.131 mdpl, Bukit Lincing 1.860 mdpl, Gunung Pundak 1.585 mdpl, dan Bukit Semar 933 mdpl.

Berita Terkait :  Cagub Risma Nyoblos di TPS 16 Wiyung, Sempat Bantu Petugas TPS Pingsan

Melalui Ekspedisi 81, Dishut Jatim ingin menegaskan bahwa kemerdekaan tidak cukup diperingati dengan seremoni. Kemerdekaan harus diisi dengan gotong royong, kepedulian, dan tindakan nyata untuk merawat hutan, mencegah kebakaran, melindungi keanekaragaman hayati, serta menjaga sumber-sumber kehidupan masyarakat Jawa Timur.[ina.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!