26 C
Sidoarjo
Thursday, August 20, 2026
spot_img

1.147 Anak TK di Kota Kediri Diajak Peduli Lingkungan dan Gemar Menabung


Kota Kediri, Bhirawa – Sebanyak 1.147 anak TK se-Kota Kediri diajak mengenal pentingnya menjaga lingkungan sekaligus membiasakan menabung sejak dini. Edukasi tersebut dikemas melalui Lomba Mewarnai Crayon Eco-Kids di Taman Brantas, Rabu (12/8).

Kegiatan yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri melalui Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) tersebut menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-1.147 Kota Kediri, HUT ke-81 Republik Indonesia, dan Hari Indonesia Menabung. Kegiatan diawali dengan senam bersama sebelum peserta mengikuti lomba mewarnai.

Dalam lomba tersebut, anak-anak mewarnai gambar bertema lingkungan dan menabung. Gambar yang disediakan mengangkat pesan tentang membuang sampah pada tempatnya serta pemanfaatan sampah yang memiliki nilai ekonomi.

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan, edukasi mengenai kepedulian lingkungan penting ditanamkan sejak anak usia dini. Melalui kegiatan tersebut, anak tidak hanya diajak mengembangkan kreativitas, tetapi juga memahami nilai positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Ini salah satu upaya kita untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi anak-anak, khususnya kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.

Menurutnya, tema lomba sengaja dibuat dekat dengan kehidupan anak agar mudah dipahami. Saat berkeliling melihat peserta mewarnai, Vinanda mengaku menanyakan langsung kepada sejumlah anak mengenai gambar yang mereka kerjakan. “Rata-rata mereka paham. Ini gambarnya apa? Gambarnya adalah orang membuang sampah,” kata Vinanda.

Ia berharap pesan yang disampaikan melalui lomba tersebut tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Anak-anak diharapkan terbiasa membuang sampah pada tempatnya sekaligus memahami bahwa sampah yang dikelola dengan baik dapat memiliki nilai ekonomi.

Berita Terkait :  Inovasi Energi di Kota Surabaya Jadi Inspirasi Dunia

Selain kepedulian lingkungan, anak-anak juga dikenalkan dengan budaya menabung. Pemkot Kediri menggandeng perbankan untuk mengajarkan kebiasaan menyisihkan uang sejak usia dini.

Kepala DLHKP Kota Kediri Indun Munawaroh menambahkan, pengelolaan sampah memiliki keterkaitan dengan kebiasaan menabung. Sampah yang telah dipilah, khususnya sampah anorganik, dapat disetorkan ke bank sampah dan menghasilkan uang.

“Sampah dari rumah tangga, industri, ataupun lainnya ternyata punya nilai ekonomis. Sampah yang dipilah antara organik dan anorganik bisa dijual ke bank sampah dan menghasilkan uang yang kemudian dapat ditabung di bank,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala OJK Kediri Ismirani Saputri mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Hari Indonesia Menabung yang digelar serentak oleh OJK pada Agustus.

Melalui kegiatan tersebut, anak-anak dikenalkan dengan produk Simpanan Pelajar (SimPel). Peserta dapat membuka rekening di Bank Jatim maupun BPR Jatim, dengan pembukaan rekening dalam kegiatan tersebut diberikan secara gratis. “Ini untuk membiasakan anak-anak disiplin mulai menabung dari yang kecil,” katanya.

Ismirani menerangkan, kebiasaan menabung dapat dimulai dengan mengajarkan anak memiliki tujuan sederhana. Misalnya, ketika anak ingin memiliki sepeda, mereka dapat mulai menyisihkan sebagian uang saku untuk membantu mewujudkan keinginannya.

“Mulai dari yang kecil dulu. Misalnya ingin punya sepeda, mulai menabung dan menyisihkan uang dari orang tua untuk membantu mewujudkan mimpi mereka,” tandasnya.

Kegiatan tersebut turut didukung OJK, Universitas Cahaya Surya, SMK Cahaya Surya, Surya Inspirasi Schools, Bank Jatim, Penerbit Erlangga, Super Indo, dan Perumda BPR Bank Kota Kediri. [van.wwn]

Berita Terkait :  Sambut 412 Siswa Baru, Smamda Surabaya Tingkatkan Predikat

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!