27.2 C
Sidoarjo
Thursday, August 6, 2026
spot_img

Musim Angin Timur Datang, Satpolairud Minta Nelayan Jaga Keselamatan di Laut

Selebaran Pamflet untuk nelayan untuk menjaga keselamatan di laut, Kamis (6/8). sawawi/bhirawa

Situbondo, Bhirawa

Memasuki musim angin timur, Satpolairud Polres Situbondo mengingatkan seluruh nelayan, operator kapal, hingga masyarakat pesisir agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem di wilayah perairan.

Imbauan ini disampaikan sebagai langkah pencegahan untuk meminimalkan risiko kecelakaan laut yang kerap meningkat saat kecepatan angin bertambah dan kondisi gelombang berubah. Informasi prakiraan cuaca maritim BMKG juga menunjukkan angin timuran masih mendominasi perairan Situbondo sehingga aktivitas pelayaran perlu disesuaikan dengan kondisi cuaca terkini.

Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie melalui Kasat Polairud AKP Gede Sukarmadiyasa, mengatakan keselamatan harus menjadi prioritas utama sebelum masyarakat memutuskan melaut. Menurutnya, nelayan tidak boleh memaksakan diri berangkat apabila cuaca memburuk atau muncul peringatan dini dari BMKG.

“Musim angin timur identik dengan angin yang lebih kencang sehingga dapat memicu gelombang tinggi. Kami mengimbau para nelayan agar selalu memantau perkembangan cuaca sebelum berlayar dan tidak memaksakan melaut apabila kondisi dinilai membahayakan,” ujar AKP Gede Sukarmadiyasa.

Ia menegaskan, setiap awak kapal juga wajib memastikan perlengkapan keselamatan tersedia dan dalam kondisi layak digunakan. Life jacket, alat komunikasi, serta kelengkapan navigasi harus diperiksa sebelum kapal meninggalkan pelabuhan.

Selain nelayan, masyarakat yang beraktivitas di kawasan pantai juga diminta mewaspadai potensi banjir rob maupun hempasan gelombang, terutama saat angin bertiup lebih kencang. Pengunjung pantai diimbau tidak bermain terlalu jauh ke bibir laut ketika kondisi cuaca tidak bersahabat.

Berita Terkait :  Kode Etik DPRD Jatim Bakal Dirombak Total

AKP Gede menambahkan, Satpolairud Polres Situbondo akan terus meningkatkan patroli dan menyampaikan edukasi kepada masyarakat pesisir selama musim angin timur berlangsung. Langkah tersebut dilakukan agar budaya keselamatan di laut semakin meningkat dan dapat menekan angka kecelakaan perairan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan. Jangan memaksakan melaut saat cuaca buruk. Keselamatan jiwa jauh lebih penting daripada hasil tangkapan. Apabila terjadi keadaan darurat di laut, masyarakat dapat segera menghubungi layanan kepolisian melalui Call Center 110 agar penanganan bisa dilakukan secepat mungkin,” pungkasnya. awi.wwn

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!