Surabaya, Bhirawa – Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Surabaya (FT Ubaya) memamerkan inovasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dengan memeroses gambar kamera menjadi robot catur pintar di Kampus Ubaya Tenggilis.
Kamera berfungsi menangkap pergerakan bidak yang dipindahkan oleh musuh, lalu AI menganalisis posisi bidak dan mengirimkan instruksi kepada robot untuk menggeser bidak dengan akurat, Senin (3/8).
Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro FT Ubaya, Agung mengatakan cara kerjanya lebih sama dengan atlet catur yang sebenarnya, terdapat mata yang melihat, otak yang berpikir, dan lengan yang melakukan pergerakan.
“Inovasi berawal dari ketertarikannya dengan permainan catur, dimana potensi robot UR-CB3 yang dimiliki Prodi Elektro Ubaya, memiliki ide untuk menciptakan robot dengan kemampuan catur yang mutakhir,” katanya.
Agung menjelaskan bahwa untuk mendapatkan gambaran jelas terkait sumber daya yang dibutuhkan, proses persiapan dan pembuatan, dan menyeleksi teknologi yang akan digunakan.
“Dua bulan AI di pilih lebih mendalam supaya dapat disesuaikan dengan kebutuhannya, untuk mematangkan pengetahuannya terkait robotik sekaligus melakukan pengaturan parameter AI yang digunakan,” katanya.
Agung mengukapkan tantangan harus mengintegrasikan AI yang telah dimodifikasi dengan lengan robot, selama kurang lebih lima bulan harus mengonversi koordinat papan catur menjadi perhitungan yang presisi menggunakan satu titik acuan, sehingga AI dapat memberikan instruksi pergerakan yang akurat kepada robot.
“Berkali-kali menggunakan data dari internet, akurasinya masih kurang, akhirnya datanya saya kumpulkan dari sekitar 2.600 gambar saya ambil sendiri dari sudut yang disesuaikan dengan kamera yang digunakan,” pungkasnya.
Menurut Agung pemrosesan gambar kecerdasan buatan (AI image processing) selama enam bulan, lalu melatih kecerdasan buatan ia gunakan hingga siap untuk beroperasi secara mandiri, durasi pengerjaan inovasi ini membutuhkan total waktu satu setengah tahun.
“Robot terintegrasi dapat kita atur, seperti kecerdasannya disesuaikan menjadi pemain catur level nonmaster, master, bahkan grandmaster, kecepatan pergerakannya juga dapat diatur,” tutur Agung.
Agung berharap inovasinya dapat dikembangkan secara lebih serius, khususnya untuk pemanfaatannya di dunia industri. “Robot ini dapat bermain catur yang dipandang sulit dan membutuhkan strategi tertentu, jadi apabila dikembangkan lebih jauh, pasti digunakan untuk kebutuhan industri dengan skala yang lebih besar,” imbuhnya. [ren.wwn]


