Gresik, Bhirawa — Cuaca buruk yang melanda perairan Gresik–Bawean sejak 25 Juli lalu menyebabkan tingginya gelombang hingga mencapai 2,5 meter. Seluruh pelayaran dihentikan, dan dampaknya sangat terasa: stok oksigen di RSUD Umar Mas’ud Bawean habis, memaksa sejumlah pasien harus dipindahkan ke daratan dengan pesawat sewaan.
Wakil Ketua DPRD Gresik, Lutfi Dhawam, menyampaikan telah menerima banyak laporan dari masyarakat maupun pihak rumah sakit terkait krisis pasokan oksigen. Berbagai upaya pengiriman telah diusahakan, baik melalui kapal penumpang, kapal barang, maupun perahu milik masyarakat, namun semuanya menolak berlayar karena ombak terlalu tinggi.
“Kami sudah bolak-balik mencari alternatif, bahkan koordinasi dengan operator dari Surabaya dan Lamongan, namun hasilnya nihil. Perahu klotok yang biasanya tetap berani meski gelombang tinggi dan dengan biaya mencapai Rp8–10 juta sekali jalan, kali ini pun menolak karena keselamatan tidak bisa diprediksi,” ungkap Lutfi.
Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Pemkab Gresik namun belum memperoleh kepastian solusi. Sementara itu, pihak rumah sakit terpaksa membeli oksigen dari warga untuk menutupi kekurangan. Kebutuhan pokok warga saat ini masih aman karena pekan lalu sebanyak 33 truk sembako sempat diberangkatkan sebelum cuaca memburuk.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Gresik, drg. Setyo Susilo, membenarkan bahwa suplai oksigen dari daratan tidak dapat dikirim karena tidak ada kapal yang berlayar. Pihak RSUD Umar Mas’ud kini berupaya mengoptimalkan penggunaan alat oksigen konsentrat portabel yang tersedia.
Kondisi darurat ini dialami salah satu keluarga pasien, Ridwan, yang harus menyewa pesawat secara penuh untuk memindahkan ibunya yang membutuhkan oksigen dari Bandara Harun Thohir Bawean ke Bandara Juanda Surabaya. Biaya sewa pesawat tersebut mencapai Rp110 juta untuk perjalanan pulang-pergi tanpa penumpang lain.
Berdasarkan informasi BMKG, tingginya gelombang di perairan Bawean masih berlangsung dan Syahbandar tetap melarang kapal berlayar hingga cuaca membaik. Pemerintah daerah terus berupaya mencari jalan keluar sekaligus berharap kondisi laut segera membaik. [kim.kt]


