27.2 C
Sidoarjo
Thursday, July 30, 2026
spot_img

Perkuat Keselamatan Transportasi Online, Grab, Kementerian Perhubungan dan AISI Latih 1.052 Mitra Pengemudi Berkendara Aman di Lima Kota

Surabaya, Bhirawa. – Grab Indonesia bersama Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) hari ini menggelar pelatihan keselamatan berkendara untuk 1.052 Mitra Pengemudi roda dua di lima kota di Indonesia. Dipusatkan di Terminal Jatijajar, Depok, dan terhubung secara hybrid dengan pelatihan yang berlangsung di Yogyakarta, Surabaya/Sidoarjo, Medan, dan Makassar, peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan praktis untuk menghadapi berbagai situasi di jalan.

Mengusung tema “Safer Roads, Stronger Communities – Jalan Lebih Aman, Komunitas Lebih Kuat”, program ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat kompetensi mitra pengemudi dalam berkendara sekaligus menumbuhkan budaya berlalu lintas yang aman dan tertib. Kolaborasi ini juga sejalan dengan komitmen Kementerian Perhubungan untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan transportasi darat.

Dudy Purwagandhi, Menteri Perhubungan Republik Indonesia, mengatakan, mewujudkan lalu lintas dan transportasi darat yang lebih aman membutuhkan pendekatan menyeluruh serta kolaborasi lintas sektor. “Pelatihan ini sejalan dengan komitmen Pemerintah untuk memperkuat budaya berkendara yang aman dan tertib. Kami mengapresiasi kolaborasi Grab Indonesia dan AISI dalam membekali Mitra Pengemudi roda dua dengan pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari,” kata dia.

“Selain itu, kami mengapresiasi langkah Grab yang sejak 1 Juli 2026 telah menerapkan skema bagi hasil (komisi) maksimal 8%. Kami juga menyambut penyempurnaan mekanisme pemrosesan bagi hasil (komisi) GrabBike Hemat yang ditargetkan mulai 1 Agustus 2026, sehingga komisi dapat langsung diproses pada setiap perjalanan. Kami berharap penyesuaian ini memberikan kejelasan yang lebih baik bagi Mitra Pengemudi dalam memahami rincian pendapatannya serta memperkuat hubungan kemitraan yang sehat dan berkelanjutan,” lanjutnya.

Berita Terkait :  Ujian Berat Tahun Pertama, Bupati Kediri Berhasil Perkuat Pelayanan Publik

Lebih lanjut dijelaskan, mengenai perubahan tersebut, Neneng Goenadi, Chief Executive Officer Grab Indonesia, mengatakan, Grab tidak pernah memotong bagi hasil (komisi) lebih dari 8%, dan juga tidak pernah melanggar Tarif Batas Bawah (TBB) sesuai ketentuan yang berlaku. “Karena itu, perjalanan dengan tarif minimum atau tanpa selisih di atas TBB tidak dikenakan komisi,” kata dia.

“Dalam mekanisme saat ini, bagi hasil (komisi) GrabBike Hemat diproses satu kali pada hari berikutnya (H+1). Selama satu bulan terakhir, kami telah menyempurnakan sistem agar mulai 1 Agustus 2026, bagi hasil/komisi dapat langsung diproses pada setiap perjalanan. Penyesuaian ini hanya mengubah waktu pemrosesan. Cara penghitungan, batas maksimal bagi hasil (komisi), dan ketentuan TBB tetap sama serta sesuai dengan regulasi,” lanjut Neneng.

Sementara itu, dari sisi penguatan kompetensi berkendara, Hari Budianto, Sekretaris Jenderal AISI, menyampaikan, Mitra Pengemudi memiliki tingkat mobilitas yang tinggi dan berhadapan langsung dengan beragam kondisi jalan setiap hari. “Pelatihan seperti ini penting untuk memperkuat kompetensi, disiplin, dan kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas. Kami berharap melalui kegiatan ini, para mitra dapat berkendara dengan aman dan nyaman dalam setiap perjalanan serta turut menjadi penggerak budaya berlalu lintas yang aman dan tertib,” tutur dia.

Di dalam kelas, peserta mempelajari rambu, marka dan isyarat lalu lintas, norma berkendara, serta peran setiap pengguna jalan dalam menciptakan keselamatan bersama. Pembekalan tersebut dilanjutkan dengan praktik yang mencakup pemeriksaan kondisi kendaraan sebelum perjalanan (pre-ride inspection), penggunaan perlengkapan keselamatan diri, teknik defensive riding dan pengereman aman; dan prediksi bahaya pada lalu lintas.

Berita Terkait :  Rapat Paripurna Terakhir Anggota DPRD Nganjuk Periode 2019-2024.

“Bagi Grab, keselamatan adalah fondasi kepercayaan yang menghubungkan Mitra Pengemudi, penumpang, dan masyarakat dalam setiap perjalanan. Jalan yang lebih aman membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, industri, dan komunitas pengemudi. Melalui pelatihan ini, kami berharap para Mitra Pengemudi semakin terampil mengantisipasi risiko serta membawa kebiasaan berkendara yang lebih aman ke komunitasnya,” tutup Neneng.[ca.hel]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!