27.8 C
Sidoarjo
Wednesday, July 29, 2026
spot_img

Diikuti 30 Siswa, Disparpora Situbondo Gagas Pelatihan Pembuatan Film


Situbondo, Bhirawa – Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Situbondo menggelar pelatihan pembuatan film sebagai upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang industri ekonomi kreatif sekaligus memperkuat promosi potensi wisata daerah melalui media audiovisual.

Pelatihan yang berlangsung di room dan Resto TradiSea selama dua hari tersebut, diikuti oleh 30 peserta dari SMA dan SMK sederajad di Kabupaten Situbondo. Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi mengenai penulisan naskah, teknik pengambilan gambar, penyutradaraan, tata suara, hingga proses penyuntingan video.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Situbondo, Edi Wiyono menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan mencetak talenta-talenta kreatif yang mampu menghasilkan film pendek maupun video promosi berkualitas, sehingga dapat menjadi media efektif dalam memperkenalkan destinasi wisata, budaya, dan kearifan lokal Situbondo kepada masyarakat luas.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap lahir karya-karya kreatif yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mampu mengangkat potensi wisata dan budaya daerah sehingga semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Selain penyampaian materi, peserta juga diajak melakukan praktik langsung membuat film pendek dengan memanfaatkan lokasi yang ada sebagai objek pengambilan video. “Hasil karya peserta nantinya akan dipresentasikan dan dievaluasi oleh para narasumber sebagai bagian dari proses pembelajaran,” kata Edi.

Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, kata Edi, berharap kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem perfilman lokal yang mampu mendukung promosi pariwisata dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Kabupaten Situbondo.

Berita Terkait :  Menko Zulhas Tinjau MBG Perdana di SMP Banyuwangi

Sementata itu, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo berpesan kepada para siswa yang mengikuti pelatihan pembuat film dan kreator muda untuk menciptakan karya yang relevan dengan realitas kehidupan serta memiliki pesan moral yang kuat.

Hal ini disampaikan Mas Rio, panggilan akrab Bupati Situbondo saat memberikan arahan dan motivasi terkait pentingnya nilai dalam sebuah karya seni perfilman. Dalam pembicaraannya, Bupati membagikan pandangannya mengenai salah satu film favorit yang kerap ia tonton, yakni The Shawshank Redemption (1994).

Menurutnya, film tersebut berhasil menggambarkan realitas kehidupan, proses terinstitusionalisasi, hingga semangat hidup (spirit of life). “Itu film tentang pembunuhan, masuk ke penjara, lalu di penjara merasa terinstitusionalisasi, tentang spirit of life, tentang bagaimana orang mengenal kita atau tidak mengenal kita. Itu realitas,” ujarnya.

Mas Rio, juga mengaitkan pesan film tersebut dengan realitas jabatan yang sedang diembannya. Ia mengingatkan bahwa penghormatan dari masyarakat sering kali melekat pada jabatan, bukan pada individu secara personal.

“Sebagai Bupati, orang semua hormat sama saya karena jabatan. Sebelum jadi bupati, apakah semua hormat? Tidak. Nanti setelah lima tahun tidak menjadi bupati, apakah semua orang hormat? Tidak. Jadi, penghormatan itu pada jabatan,” ungkapnya.

Namun, ia juga menegaskan bahwa jika seseorang membangun masa jabatannya dengan kebaikan, masyarakat akan terus mengenang kebaikan tersebut meskipun jabatannya telah usai-seperti halnya karya seni yang terus dikenang meski pembuatnya telah tiada.

Berita Terkait :  Libatkan Puluhan Siswa, Disparpora Situbondo Gagas Pelatihan Pembuatan Film

Filosofi Fenomenologis dalam Karya Seni Selain The Shawshank Redemption, Bupati juga menyebutkan sejumlah karya besar lain seperti The Godfather, Peaky Blinders, La Casa de Papel (Money Heist), hingga lagu ikonik milik Queen, Bohemian Rhapsody. Berbagai karya tersebut dinilai berhasil memikat penonton karena memiliki kedalaman pesan serta ruang tafsir yang luas.

Ia menekankan konsep filsafat fenomenologis, di mana setiap penikmat karya memiliki kebebasan untuk menafsirkan pesan sesuai dengan sudut pandang masing-masing. “Buatlah film, manfaatkan momentum ini. Namun di setiap film dan karya, harus ada pesan yang ingin disampaikan dan relevan dengan realitas orang. Setiap orang punya tafsiran sendiri terhadap hidupnya,” tambahnya.

Terakhir, Mas Rio memberikan dorongan semangat kepada para siswa untuk terus berkarya dan menafsirkan potensi daerah, seperti Situbondo, melalui idealisme dan konsep pemikiran yang kreatif. [awi.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!