Gresik, Bhirawa – Empat mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menggelar sosialisasi dan kampanye kesadaran mengenai dampak bullying bagi siswa di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ma’arif NU Assa’adah, di Desa Sukowati, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik.
Program yang berlangsung dari 6 hingga 17 Juli 2026 ini diikuti oleh 85 siswa kelas IV hingga VI dan didampingi Dosen Pembimbing Lapangan oleh Dr. Tan Evan Tandiyono dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Untag Surabaya.
Empat mahasiswa yang terlibat dalam program KKN ini adalah Sonya Kanza Maulidya Kusuma, Tri Nurul Amalliah, dan Pradita Arni Ramadhani dari program studi Psikologi, bersama Bunga Aurelia Putri S dari program studi Ilmu Komunikasi.
Menurut Bunga Aurelia Putri, kegiatan ini dilatarbelakangi oleh temuan awal tim bahwa sebagian siswa masih menganggap ejekan, pemberian julukan yang merendahkan, pengucilan sosial, dan candaan berlebihan sebagai perilaku yang wajar, padahal tindakan-tindakan tersebut termasuk dalam kategori bullying verbal dan sosial.
“Jika dibiarkan, hal ini dapat menurunkan rasa percaya diri siswa, memicu kecemasan, dan mengganggu konsentrasi belajar mereka,” jelas Bunga.
Untuk merespons persoalan tersebut, lanjut bunga tim KKN merancang program dengan pendekatan interaktif dan menyenangkan yang disesuaikan dengan karakter anak usia sekolah dasar. Rangkaian kegiatan meliputi sesi edukasi mengenai pengertian, jenis, penyebab, dan dampak bullying; pelatihan pembentukan empati melalui simulasi dan role-play di mana siswa secara bergantian berperan sebagai korban, pelaku, dan saksi; kuis interaktif yang ditampilkan melalui proyektor. Program ini ditutup dengan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman siswa.
Selama kegiatan berlangsung, siswa terpantau aktif berpartisipasi dalam setiap sesi — menjawab pertanyaan dari para pemateri, membagikan pengalaman pribadi terkait situasi di sekolah, serta antusias mengikuti simulasi role-play. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai definisi dan bentuk-bentuk bullying, termasuk bullying fisik, verbal, sosial, dan cyberbullying, dibandingkan sebelum program berlangsung.
Selain peningkatan pengetahuan, tim juga mencatat adanya perubahan sikap dan perilaku siswa, seperti tumbuhnya empati terhadap sesama teman dan meningkatnya kesediaan untuk melaporkan kejadian bullying kepada guru atau orang tua. Sebagai tindak lanjut, tim KKN menyerahkan poster edukasi anti-bullying kepada pihak sekolah untuk dipasang di lingkungan sekolah, serta menginisiasi rancangan awal sistem pelaporan bullying yang dapat dikembangkan lebih lanjut oleh pihak sekolah.
Program ini merupakan bagian dari upaya pengabdian masyarakat mahasiswa Untag Surabaya yang lebih luas, bertujuan mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak. Madrasah diharapkan dapat terus menyelenggarakan program serupa secara berkala untuk menjaga kesadaran siswa terhadap bahaya bullying, sementara guru dan orang tua diharapkan berperan aktif dalam mengawasi dan membimbing siswa guna mencegah terjadinya bullying sejak dini. [why.kt]


