22.8 C
Sidoarjo
Wednesday, July 15, 2026
spot_img

Dukung Pengembangan UMKM, Mahasiswa KKN UNTAG Surabaya Gelar Pelatihan Produk Olahan Tanpa Oven


Gresik, Bhirawa – Sebagai wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 14 Sub Kelompok 8 Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya menyelenggarakan program pelatihan pembuatan produk olahan tanpa oven dan inovasi packaging bagi UMKM Devyza Bakery yang berlokasi di Desa Sukowati, Kabupaten Gresik. Program ini merupakan salah satu bentuk pendampingan kepada pelaku usaha mikro agar mampu meningkatkan kreativitas, kualitas produk, serta daya saing usaha melalui pengembangan produk yang lebih inovatif dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi dan diskusi yang dilakukan mahasiswa bersama pemilik usaha sebelum program dilaksanakan. Berdasarkan hasil identifikasi, diketahui bahwa Devyza Bakery telah memiliki potensi untuk berkembang, namun masih menghadapi beberapa kendala dalam pengembangan usaha. Selama ini, produk yang dipasarkan masih terbatas pada beberapa jenis makanan sehingga pilihan yang ditawarkan kepada konsumen belum terlalu beragam. Selain itu, pemilik usaha juga belum banyak menerapkan inovasi produk sesuai tren pasar serta masih memerlukan pendampingan dalam aspek pengemasan dan pemasaran agar produk yang dihasilkan memiliki daya tarik yang lebih tinggi di mata konsumen.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN UNTAG Surabaya berinisiatif menyusun program pelatihan yang tidak hanya berfokus pada proses produksi, tetapi juga memberikan wawasan mengenai pentingnya inovasi sebagai strategi pengembangan UMKM. Program ini diharapkan dapat menjadi solusi sederhana namun berdampak bagi mitra dalam menciptakan produk baru yang mudah diproduksi, memiliki cita rasa yang diminati masyarakat, serta berpotensi meningkatkan pendapatan usaha.

Dalam pelatihan tersebut, mahasiswa memperkenalkan tiga jenis produk olahan tanpa oven, yaitu Risol Mayo, Lumpia Egg Mentai, dan Martabak Telur Mini. Ketiga produk dipilih dengan mempertimbangkan beberapa aspek, seperti kemudahan proses pembuatan, penggunaan bahan baku yang mudah diperoleh di pasaran, modal produksi yang relatif terjangkau, serta tingginya minat masyarakat terhadap makanan ringan dan makanan siap saji. Selain dapat dipasarkan sebagai camilan, produk-produk tersebut juga memiliki peluang untuk dijadikan menu pesanan dalam berbagai acara maupun dipasarkan secara daring melalui media sosial dan layanan pesan antar.

Berita Terkait :  Malang Flower Carnival Bukti Kreativitas Kota Malang Luar Biasa

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pentingnya inovasi dalam dunia usaha, khususnya bagi pelaku UMKM yang dituntut untuk mampu mengikuti perkembangan tren dan kebutuhan pasar. Mahasiswa menjelaskan bahwa inovasi tidak selalu harus dilakukan melalui investasi yang besar, tetapi dapat dimulai dari pengembangan variasi produk, peningkatan kualitas, penyajian yang lebih menarik, hingga pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi. Dengan melakukan inovasi secara berkelanjutan, pelaku usaha diharapkan mampu mempertahankan loyalitas pelanggan sekaligus menjangkau pasar yang lebih luas.

Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan ketiga produk oleh mahasiswa KKN. Demonstrasi dilakukan secara bertahap agar mitra dapat memahami setiap proses yang dilakukan. Mulai dari persiapan bahan, teknik pencampuran, proses pengisian, cara melipat adonan, hingga teknik penggorengan dijelaskan secara rinci disertai berbagai tips agar hasil produk memiliki rasa dan tampilan yang optimal. Seluruh tahapan dipraktikkan menggunakan peralatan dapur sederhana sehingga mudah diterapkan oleh pelaku usaha rumahan.

Tidak hanya memberikan demonstrasi, mahasiswa juga mengajak pemilik usaha untuk terlibat langsung dalam proses pembuatan produk. Melalui praktik bersama, mitra memperoleh kesempatan untuk mencoba setiap tahapan produksi dengan pendampingan dari mahasiswa KKN. Pendekatan ini dipilih agar materi yang disampaikan tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga dapat dikuasai melalui pengalaman praktik secara langsung. Selama kegiatan berlangsung, suasana pelatihan berjalan interaktif dengan adanya diskusi mengenai teknik produksi, penghitungan kebutuhan bahan baku, hingga peluang pengembangan produk sesuai minat konsumen.

Berita Terkait :  Bantuan Smart TV, Belajar Interaktif di SDN Sampang

Selain memberikan pelatihan mengenai inovasi produk, mahasiswa KKN juga menyampaikan materi mengenai pentingnya packaging atau kemasan dalam meningkatkan daya saing produk UMKM. Kemasan tidak hanya berfungsi sebagai pelindung produk selama proses distribusi, tetapi juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keputusan konsumen dalam melakukan pembelian. Oleh karena itu, mahasiswa memberikan pendampingan mengenai pemilihan jenis kemasan yang sesuai, penggunaan stiker atau label produk sebagai identitas usaha, penyusunan informasi produk, hingga penataan produk agar terlihat lebih menarik dan profesional.

Dalam sesi tersebut, mahasiswa juga menjelaskan bahwa kemasan yang baik mampu meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap kualitas produk. Desain yang sederhana namun menarik dapat memberikan kesan positif sekaligus memperkuat citra merek Devyza Bakery. Dengan tampilan produk yang lebih modern dan informatif, diharapkan produk memiliki nilai tambah sehingga mampu bersaing dengan produk sejenis di pasaran.

Sebagai pelengkap kegiatan, mahasiswa KKN turut memberikan edukasi mengenai strategi pemasaran sederhana yang dapat diterapkan oleh pelaku UMKM. Materi yang disampaikan meliputi pentingnya membangun identitas merek, membuat dokumentasi foto produk yang menarik, menentukan harga jual yang sesuai, serta memanfaatkan media sosial seperti Instagram, Facebook, dan WhatsApp Business sebagai media promosi. Selain itu, mahasiswa juga memberikan gambaran mengenai pentingnya menjaga hubungan baik dengan pelanggan melalui pelayanan yang ramah dan responsif agar mampu menciptakan pelanggan tetap.

Selama pelaksanaan kegiatan, pemilik Devyza Bakery menunjukkan antusiasme yang tinggi. Hal tersebut terlihat dari partisipasi aktif dalam setiap sesi pelatihan, mulai dari penyampaian materi, demonstrasi, praktik pembuatan produk, hingga diskusi mengenai berbagai kendala yang dihadapi dalam menjalankan usaha. Suasana pelatihan berlangsung komunikatif sehingga tercipta proses berbagi pengetahuan dan pengalaman antara mahasiswa dengan mitra. Berbagai pertanyaan yang diajukan menunjukkan besarnya keinginan mitra untuk terus belajar dan mengembangkan usahanya agar semakin kompetitif.

Berita Terkait :  Inovasi Sederhana, Dampak Besar: Peran Mahasiswa KKN dalam Mendorong Daya Saing UMKM

Di akhir kegiatan, mahasiswa KKN melakukan evaluasi melalui diskusi bersama mitra mengenai hasil pelatihan yang telah dilaksanakan. Berdasarkan evaluasi tersebut, mitra telah memahami proses pembuatan ketiga produk, mengetahui pentingnya inovasi dalam pengembangan usaha, serta memperoleh wawasan baru mengenai teknik pengemasan dan strategi pemasaran yang dapat diterapkan secara bertahap. Mahasiswa juga memberikan motivasi agar mitra terus melakukan inovasi sesuai perkembangan kebutuhan pasar sehingga usaha yang dijalankan dapat tumbuh secara berkelanjutan.

Melalui program pengabdian kepada masyarakat ini, mahasiswa KKN Reguler 14 Sub Kelompok 8 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya berharap pelatihan yang telah diberikan mampu memberikan manfaat nyata bagi pengembangan UMKM Devyza Bakery. Dengan bertambahnya variasi produk, meningkatnya kualitas kemasan, serta penerapan strategi pemasaran yang lebih efektif, diharapkan usaha tersebut dapat memiliki daya saing yang lebih baik, memperluas jangkauan pasar, serta meningkatkan nilai ekonomi bagi pemilik usaha. Program ini juga menjadi bukti nyata komitmen mahasiswa KKN UNTAG Surabaya dalam mendukung pemberdayaan UMKM lokal melalui inovasi, pendampingan, dan penerapan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku perkuliahan. [*]

Reporter: Narendra Arga Dahana, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Sub kelompok 8, sebagai bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Sukowati, Kabupaten Gresik.

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!