Kediri, Bhirawa – Open House Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Kediri, Senin (13/7), diwarnai antusiasme sekaligus rasa haru para orang tua yang mengantar anak-anak mereka memasuki hari pertama pendidikan dengan sistem berasrama (boarding school).
Sekolah yang merupakan Program Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melalui Kementerian Sosial bekerja sama dengan Pemerintah Kota Kediri itu mulai menyelenggarakan pendidikan jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Bagi para wali murid, kehadiran Sekolah Rakyat dinilai bukan sekadar bantuan pendidikan bagi keluarga kurang mampu, tetapi juga menjadi peluang bagi anak-anak mereka memperoleh pendidikan yang lebih baik untuk meraih masa depan.
Sri Hartatik, wali murid peserta didik jenjang SD, mengaku bersyukur anaknya diterima di Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Kediri. Meski harus melepas anaknya tinggal di asrama, ia optimistis lingkungan sekolah mampu membentuk kemandirian sekaligus mendukung proses belajar.
“Melihat anak saya bisa masuk ke sekolah dengan fasilitas selengkap ini adalah berkah yang luar biasa. Saya percaya di asrama ini anak saya tidak hanya belajar akademik, tetapi juga kemandirian,” ujarnya.
Sri menambahkan, keluarganya sangat terbantu karena seluruh fasilitas pendidikan, termasuk seragam sekolah, diberikan secara gratis.
Hal senada disampaikan Soni, orang tua siswa jenjang SMP. Menurutnya, Sekolah Rakyat memberi kesempatan bagi anak-anak mengembangkan potensi tanpa terkendala kondisi ekonomi keluarga. Ia juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Kediri dan seluruh pihak yang menghadirkan program tersebut.
“Sekolah ini tidak hanya menggratiskan biaya pendidikan, tetapi juga memberi ruang bagi anak mengembangkan bakat. Kami berharap ini menjadi bekal untuk meraih cita-citanya,” ungkapnya.
Pada tahun ajaran perdana ini, Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Kediri menjadi rumah kedua bagi 192 peserta didik asal Kota Kediri yang terdiri atas jenjang SD, SMP, dan SMA. Selain itu, sekolah juga menerima 30 peserta didik jenjang SMP asal Kabupaten Mojokerto.
Kepala Dinas Sosial Kota Kediri, Imam Muttakin, mengatakan Pemerintah Kota Kediri bersama Kementerian Sosial berkomitmen mengawal operasional sekolah agar seluruh peserta didik memperoleh hak pendidikan dan pengasuhan yang layak. Saat ini, kesiapan sarana dan prasarana sekolah telah mencapai sekitar 94 persen.
Untuk mendukung kegiatan belajar dan masa adaptasi siswa di lingkungan asrama, pemerintah menyiapkan 37 guru tamu dari Dinas Pendidikan Kota Kediri serta 28 tenaga kependidikan yang berasal dari unsur eks-pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan Taruna Siaga Bencana (Tagana).
Imam menambahkan, penjaringan peserta didik baru masih terus dilakukan hingga masa Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) berakhir agar semakin banyak anak yang memenuhi kriteria dapat mengakses program tersebut.
“Kami berkomitmen memastikan seluruh anak mendapatkan hak pendidikan dan pengasuhan yang layak. Penjaringan siswa juga masih berlangsung hingga MPLS berakhir agar tidak ada anak yang tertinggal,” tandasnya. [van.wwn]


